Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Pemerintahan

Kementan Siapkan 2,5 Triliun, Pesan Mualem: Maksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

badge-check


					Kementan Siapkan 2,5 Triliun, Pesan Mualem: Maksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun Perbesar

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengapresiasi Kementerian Pertanian atas alokasi anggaran Rp 2,5 triliun untuk pemulihan lahan sawah dan kebun yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Saya berterimakasih kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (27 Juli 2026).

Gubernur Mualem, menurut Nurlis, sudah menerima laporan pemanfaatan anggaran dan perkembangan pemulihan lahan sawah dan kebun terdampak bencana dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, pada Kamis (23 Juli 2026).

Kepada Mualem, Azanuddin melaporkan bahwa peruntukan anggaran tersebut berawal dari usulan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Anggaran tersebut digunakan untuk pemulihan lahan, alat pertanian, benih padi, dan benih jagung.

Kepada Gubernur Mualem, Azanuddin juga melaporkan bencana hidrometeorologi merusak lahan sawah sekitar 57.485 hektare. Saat ini sedang berjalan optimasi lahan 40.852 hekare.

Sedangkan lahan perkebunan yang terdampak seluas 60.438 hektare, upaya pemulihan yang sedang seluas 40.418 hektare.

Mendapat laporan tersebut, Gubernur Mualem, berharap kesulitan petani dan pekebun di Aceh cepat pulih kondisinya. “Gubernur berpesan agar Distanbun seluruh Aceh bekerja keras dan bangunkomunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan mudahkan semua,” pesan Mualem.

Mualem, kata Nurlis, menekankan pentingnya mengejar pemulihan lahan pertanian dan perkebunan. “Sebab, Penduduk Aceh sebagian besar bekerja sebagai petani dan berkebun.”

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, sekitar 38% hingga 41% dari total penduduk yang bekerja di Aceh menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sektor ini menyumbang lebih 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Pada acara Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD PERHIPTANI Kabupaten/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25 Juli 2026), juga menyampaikan perhatiannya kepada sektor pertanian dan perkebunan.

“Pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan Aceh,” kata Mualem dalam sambutannya yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Azanuddin Kurnia.

“Karena sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.”[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh

21 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pj Sekda Aceh Ajak IKNR Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sabang Ajak Masyarakat Bangga dan Gunakan Produk UMKM Lokal

17 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kabut Asap Mulai Selimuti Banda Aceh, Warga Diminta Waspada

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan