Menu

Mode Gelap
Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Raih Akreditasi Unggul LAMSPAK Enam Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terima Beasiswa Amal Salih Syaukath Group 2026 Persis Rekrut 2 Pemain Asing Baru KDMP Kembalikan Koperasi sebagai Arus Utama Ekonomi Nasional Menteri ESDM Dorong Masyarakat Daerah Turut Kelola Tambang Daerah dengan Stunting Tinggi Jadi Prioritas MBG

News

Daerah dengan Stunting Tinggi Jadi Prioritas MBG

badge-check


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudatyono. (Dok. BGN) Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudatyono. (Dok. BGN)

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah dengan angka stunting tinggi sebagai upaya mempercepat penanganan masalah gizi nasional.

Menurutnya, penentuan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan saat ini tengah disinkronkan oleh BGN.

“Sebagaimana saya sampaikan kemarin terkait daerah 3T, kami menyisir berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Sudah ada wilayahnya, provinsi mana, kabupaten mana, kecamatan mana, hingga desanya. Saat ini data tersebut sedang kami sinkronkan sehingga daerah yang menjadi prioritas dapat segera kami fokuskan, terutama wilayah yang memiliki angka stunting tinggi,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dia menjelaskan bahwa fokus penanganan tidak hanya mencakup wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga daerah lain yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Sudaryono menyebut, selain Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat sejumlah kabupaten di wilayah Sumatera dan Jawa yang juga tercatat memiliki angka stunting cukup tinggi sehingga memerlukan intervensi gizi secara cepat melalui Program MBG. “Wilayah 3T ini sama dengan angka stuntingnya tinggi. Enggak hanya di Papua, tapi juga di NTT, di beberapa wilayah yang lain termasuk, ada beberapa temuan di beberapa kaupaten di Jawa ada yang memang angka stuntingnya cukup tinggi,” tambahnya.

BGN menargetkan program MBG dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan agar intervensi gizi diberikan secara tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di daerah dengan tingkat stunting tinggi.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Raih Akreditasi Unggul LAMSPAK

3 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Enam Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terima Beasiswa Amal Salih Syaukath Group 2026

3 Agustus 2026 - 17:24 WIB

KDMP Kembalikan Koperasi sebagai Arus Utama Ekonomi Nasional

3 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Menteri ESDM Dorong Masyarakat Daerah Turut Kelola Tambang

3 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Melibatkan 18 Kementerian untuk Gerakkan Ekonomi Desa

3 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Trending di News