Menu

Mode Gelap
Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Aborsi, Tiga Pelaku Ditangkap KPT Banda Aceh Bina PN BNA: Jangan Obral Putusan Bebas FPRMI Aceh Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh Komisi XI Minta OJK Awasi Digitalisasi Perbankan agar Tak Jadi Dalih PHK Komisi XI Minta BWI dan DSI Buktikan Peran, Bukan Sekadar Ajukan Proposal Puan: Ambang Batas Parlemen 5 Persen Belum Jadi Keputusan

News

AIMI Aceh dan Puskesmas Batoh Perkuat Peran Tenaga Kesehatan Dukung Keberhasilan Menyusui

badge-check


					AIMI Aceh dan Puskesmas Batoh Perkuat Peran Tenaga Kesehatan Dukung Keberhasilan Menyusui Perbesar

BANDA ACEH – Keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan tenaga kesehatan, keluarga, kader, hingga lingkungan sekitar. Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi strategi penting dalam meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Hal tersebut sejalan dengan tema Pekan Menyusui Dunia (PMD) 2026 yang mendorong perluasan intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan keberhasilan menyusui. ASI dinilai sebagai investasi paling hemat biaya dengan dampak besar bagi kesehatan ibu, bayi, dan kualitas generasi masa depan.

Semangat itu menjadi fokus kegiatan peringatan Pekan Menyusui Dunia 2026 yang diselenggarakan UPTD Puskesmas Batoh bekerja sama dengan AIMI Daerah Aceh, serta didukung Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 bidan dan kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui di masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Batoh, dr. Qurrata Aini, MKM, mengatakan bahwa momentum Pekan Menyusui Dunia dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam memberikan pendampingan laktasi yang optimal.

“Tenaga kesehatan dan kader memiliki peran penting dalam memastikan ibu mendapatkan dukungan menyusui yang tepat sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Nuraihan, MKM, menegaskan bahwa puskesmas memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan layanan laktasi sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Pada sesi edukasi, dr. Putri Kartika Listya, Sp.KKLP, dari AIMI Daerah Aceh menjelaskan bahwa menyusui bukan sekadar proses pemberian makanan, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi ibu dan bayi. ASI tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh serta mendukung tumbuh kembang optimal anak.

Ia menambahkan, keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh dukungan dari berbagai pihak, mulai dari ayah, keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan kerja dan sosial.

“Ibu membutuhkan pendampingan berkelanjutan sejak masa kehamilan, saat persalinan melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD), hingga masa nifas. Dukungan ini penting agar ibu percaya diri dan mampu mengatasi tantangan di awal masa menyusui,” jelasnya.

Mengacu pada rekomendasi World Health Organization (WHO), dukungan tersebut diberikan melalui serangkaian layanan laktasi sejak trimester kedua kehamilan hingga setelah persalinan.

Dalam kegiatan ini, peserta juga diperkenalkan dengan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui, di antaranya konseling ibu hamil, pelaksanaan IMD, teknik menyusui yang benar, tidak memberikan makanan pralaktal, penerapan rawat gabung ibu dan bayi, serta pendampingan pasca persalinan.

“Menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu. Dukungan semua pihak sejak masa kehamilan hingga menyusui akan sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif,” tambah dr. Putri.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan. Acara kemudian ditutup dengan Senam Pijat Oksitosin, teknik relaksasi sederhana yang membantu meningkatkan kenyamanan ibu sekaligus mendukung kelancaran produksi ASI.

Melalui peringatan Pekan Menyusui Dunia 2026, UPTD Puskesmas Batoh bersama AIMI Aceh berharap tenaga kesehatan dan kader Posyandu semakin siap menjadi pendamping laktasi di masyarakat. Dengan dukungan yang kuat, diharapkan semakin banyak bayi memperoleh haknya mendapatkan ASI secara optimal serta terwujud generasi Banda Aceh yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Aborsi, Tiga Pelaku Ditangkap

23 September 2026 - 15:16 WIB

KPT Banda Aceh Bina PN BNA: Jangan Obral Putusan Bebas

23 September 2026 - 15:06 WIB

FPRMI Aceh Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

23 September 2026 - 14:58 WIB

Komisi XI Minta OJK Awasi Digitalisasi Perbankan agar Tak Jadi Dalih PHK

23 September 2026 - 14:45 WIB

Rekaman CCTV Diduga Bocor, Bank Aceh Diadukan ke OJK dan BI

22 September 2026 - 09:05 WIB

Trending di News