Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Politik

Titik Api Terus Berulang, Legislator Desak Kemenhut Ubah Strategi Karhutla

badge-check


					Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin Perbesar

Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Sumatera Selatan yang hampir setiap tahun mengalami kejadian serupa saat musim kemarau.

Menurut Usman, pemerintah seharusnya telah memiliki pola mitigasi yang lebih efektif mengingat kebakaran hutan kerap terjadi di lokasi yang sama setiap tahunnya. Karena itu, ia menilai upaya pencegahan harus menjadi prioritas, bukan hanya penanganan ketika kebakaran sudah meluas.

“Karhutla ini terjadi hampir setiap tahun dan bahkan di lokasi yang sama. Seharusnya Kementerian Kehutanan sudah memiliki langkah antisipasi sejak awal sehingga kebakaran bisa dicegah sebelum meluas,” kata Usman Husin kepada Parlementaria, Jumat (7/8/2026).

Ia menegaskan, pencegahan dini harus dilakukan melalui koordinasi yang lebih kuat antara Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, serta seluruh instansi terkait. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memetakan kawasan rawan, memperkuat patroli, serta menyiapkan langkah mitigasi sebelum puncak musim kemarau.

“Kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait harus diperkuat. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi,” ujar Legislator Dapil NTT ini.

Usman juga berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap daerah-daerah yang selama ini menjadi titik rawan karhutla agar penanganannya lebih terarah dan tidak terus berulang setiap tahun.

Sebelumnya, pemerintah resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan sebagai langkah mempercepat penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Operasi hujan buatan tersebut mulai dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Senin (10/8/2026) untuk menekan peningkatan titik api akibat musim kemarau.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan OMC mendapat dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“OMC mulai dilaksanakan sejak Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BNPB dan direncanakan berlangsung hingga 10 Agustus 2026,” ujar Ferdian.

Meski mengapresiasi pelaksanaan OMC, Usman menilai langkah tersebut seharusnya menjadi pelengkap dalam penanganan darurat. Ia menegaskan bahwa strategi utama pemerintah tetap harus berorientasi pada pencegahan sehingga kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang setiap musim kemarau. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi III DPR Dorong Aset Pelaku Kejahatan Keuangan Dikembalikan kepada Korban

31 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPR Desak OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana

30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Jaga Adat dan Meringankan Beban Warga Gampong, Daniel A Wahab Bantu Perangkat Pelaminan untuk Alue Deah Teungoh

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

DPR Minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Perkuat Koordinasi

20 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Trending di Politik