Menu

Mode Gelap
Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu BSN Championship 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp175 Juta, Abeh Ubee Abeh! Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri

News

Arab Saudi Setujui Tambahan Kuota 2.210 Petugas Haji Indonesia

badge-check


					Menteri Agama Nasarudin Umar./Foto Istimewa/Humas Kemenag Perbesar

Menteri Agama Nasarudin Umar./Foto Istimewa/Humas Kemenag

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi resmi menyetujui permintaan tambahan kuota petugas haji Indonesia. Tambahan sebanyak 2.210 petugas itu akan memperkuat layanan bagi 221.000 jemaah haji Indonesia pada musim haji 1446 H/2025 M.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan setelah menerima konfirmasi masuknya kuota tambahan ke dalam sistem e-Hajj Arab Saudi.

“Alhamdulillah, permintaan kita sudah dipenuhi Arab Saudi. Tambahan kuota petugas haji sudah masuk e-Hajj,” ungkap Menag dalam siaran resminya.

Penambahan itu membuat total kuota petugas haji menjadi dua kali lipat, dari sebelumnya 1 persen (2.210 orang) menjadi 2 persen dari total kuota jemaah. Keputusan tersebut dinilai krusial untuk menjawab kebutuhan teknis dan psikologis jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.

“Tambahan petugas sangat penting untuk menjamin kualitas layanan, mengingat kompleksitas penyelenggaraan haji dan kendala komunikasi serta budaya yang dihadapi jemaah kita,” ujar Nasaruddin.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, menjelaskan bahwa tambahan kuota akan didistribusikan ke berbagai pos layanan vital. Prioritas utama adalah penambahan petugas pada kelompok terbang (kloter) yang sebelumnya hanya terisi tiga orang per kloter dari standar lima orang.

“Petugas kloter pasti ditambah. Begitu juga petugas non-kloter seperti pembimbing ibadah, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan teknis lainnya,” papar Hilman dari Arab Saudi.

Menurutnya, penguatan personel ini akan berdampak langsung pada kelancaran operasional di lapangan, termasuk pada fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Hilman menambahkan, proses seleksi petugas berdasarkan kuota awal telah selesai. Para petugas akan menjalani bimbingan teknis (Bimtek) mulai 14 hingga 20 April 2025. Sementara petugas tambahan akan segera diproses agar bisa mengikuti pelatihan serupa sebelum keberangkatan.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H, jemaah Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025 dan diberangkatkan secara bertahap ke Tanah Suci sejak 2 Mei.

Dengan kuota terbesar di dunia, Pemerintah Indonesia terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada jemaah. Tambahan personel dinilai sebagai salah satu strategi kunci untuk mengurangi beban kerja, meminimalkan kesalahan teknis, dan mempercepat respons di lapangan. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

Trending di News