Menu

Mode Gelap
Pengabdian Zaini Abdullah Akan Selalu Menjadi Bagian dari Sejarah Aceh Mahasiswa Korea Selatan Lulus Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Teliti Konsumsi Produk Korea di Aceh Vonis Noel Tamparan Keras bagi Birokrat Doyan Main Proyek Sekda Aceh Hadiri Munas PB IKASI 2026, Agus Suparmanto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Parah! Dua Lurah Pesta Miras dan Open BO di Kantor Kelurahan Lulus 3,5 Tahun Lewat Publikasi Ilmiah, Urwatil Wusqa Jadi Lulusan Terbaik FAH UIN Ar-Raniry

News

Citra Aceh di Mata Dunia Perlu Diperbaiki

badge-check


					Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza Perbesar

Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza

BANDA ACEH – Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza, menyoroti berbagai tantangan serius yang masih menghambat perkembangan sektor pariwisata di Aceh.

Mulai dari persepsi negatif wisatawan hingga kurangnya infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor, menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi secara menyeluruh dan kolaboratif.

Menurut Fevi, persepsi negatif terhadap Aceh, yang masih dikaitkan dengan masa konflik, penerapan Syariat Islam yang ketat, serta isu keamanan, menjadi salah satu faktor utama yang menghalangi minat wisatawan asing untuk berkunjung.

“Citra Aceh di mata dunia perlu diperbaiki. Kita harus tunjukkan bahwa Aceh adalah destinasi yang aman, menarik, dan terbuka, tanpa harus kehilangan jati diri sebagai daerah bersyariat,” ujar Fevi, Jumat (23/5/2025).

Ia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur yang masih banyak ditemukan di destinasi wisata unggulan, termasuk akses jalan, fasilitas transportasi, dan akomodasi yang belum memadai. Hal ini, menurutnya, berdampak langsung pada kenyamanan dan kepuasan pengunjung.

Di sisi lain, kurangnya promosi internasional juga menjadi faktor penghambat. Fevi menilai, upaya memperkenalkan Aceh di kancah global masih lemah dan tidak terkoordinasi dengan baik.

“Promosi itu penting, tapi tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Semua harus duduk bersama membangun visi yang sama,” ujarnya.

Fevi juga menekankan pentingnya pemahaman yang benar terkait Syariat Islam dan konsep wisata halal. Ia menilai masih ada kesalahpahaman, khususnya dari wisatawan non-muslim, yang menganggap aturan di Aceh akan membatasi aktivitas wisata mereka.

“Wisata halal tidak harus eksklusif untuk Muslim saja. Kita bisa kembangkan konsep yang inklusif dan ramah untuk semua, selama tetap menghormati nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Salah satu solusi strategis yang diusulkan Fevi adalah peningkatan kualitas SDM pariwisata melalui pelatihan intensif dan sertifikasi profesi, agar pelaku industri mampu memberikan layanan yang profesional dan kompetitif.

Lebih lanjut, ia juga mendorong inovasi produk wisata seperti wisata kuliner, olahraga, dan wisata berbasis komunitas, yang dapat memberi pengalaman otentik kepada wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kalau semua pihak bersinergi dan mau keluar dari zona nyaman, saya yakin Aceh bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Asia Tenggara,” pungkas Fevi Desy Noliza. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mahasiswa Korea Selatan Lulus Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Teliti Konsumsi Produk Korea di Aceh

14 Juni 2026 - 21:42 WIB

Vonis Noel Tamparan Keras bagi Birokrat Doyan Main Proyek

14 Juni 2026 - 21:40 WIB

Parah! Dua Lurah Pesta Miras dan Open BO di Kantor Kelurahan

14 Juni 2026 - 14:09 WIB

Lulus 3,5 Tahun Lewat Publikasi Ilmiah, Urwatil Wusqa Jadi Lulusan Terbaik FAH UIN Ar-Raniry

12 Juni 2026 - 16:13 WIB

Tambang Aceh Dinilai Hanya Untungkan Oligarki

12 Juni 2026 - 11:38 WIB

Trending di News