Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Dua Dosen UIN Ar-Raniry Masuk Daftar Top 2% Scientist Dunia 2025

badge-check


					Dua Dosen UIN Ar-Raniry Masuk Daftar Top 2% Scientist Dunia 2025 Perbesar

BANDA ACEH – Dua dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh masuk daftar Top 2% Scientist Worldwide (single-year) 2025 yang dirilis tim Stanford University bekerja sama dengan penerbit Elsevier.

Rilis tersebut mencatat 209 peneliti Indonesia, termasuk lima nama dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dari UIN Ar-Raniry, tercatat Prof Muhammad Siddiq Armia (bidang Hukum dan Pendidikan) serta Prof Mursyid Djawas (bidang Sejarah dan Studi Historis).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, mengatakan kehadiran lima ilmuwan PTKIN dalam daftar itu menunjukkan transformasi mutu riset dan kolaborasi internasional di kampus keagamaan negeri berjalan di jalur tepat.

Selain capaian individu, UIN Ar-Raniry juga menempati peringkat pertama kinerja riset di luar Jawa dan posisi keempat nasional dalam SCImago Institutions Rankings (SIR) 2025 yang dirilis April 2025 lalu. UIN Ar-Raniry menjadi satu-satunya PTKIN yang masuk lima besar nasional, bersanding dengan Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, menyebut hasil itu sebagai bukti komitmen peningkatan kualitas tata kelola riset di kampus. “Ini adalah hasil kerja keras sivitas akademika. Kami terus mendorong budaya riset berkualitas di berbagai bidang,” ujarnya.

Adapun peringkat Top 2% Scientist disusun tim Prof John P A Ioannidis dari Stanford dengan basis data Scopus, menggunakan indikator seperti sitasi, indeks H, dan pengaruh co-authorship. Rilis tahun ini diterbitkan pada 19 September 2025.

Kemenag mencatat, pada 2023–2024 hanya ada satu nama dari PTKIN dalam daftar. Tahun ini meningkat menjadi lima, menandai lonjakan prestasi signifikan. “Capaian ini lahir dari fondasi tata kelola riset yang kuat, pendampingan publikasi, serta kolaborasi lintas negara,” kata Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan, “Lima nama di 2025 adalah sinyal kuat bahwa PTKIN siap melangkah lebih jauh. Target kita bukan sekadar masuk daftar, tetapi memastikan riset berdampak pada literasi, moderasi beragama, dan sains terapan,” ungkapnya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News