Menu ✖

Mode Gelap
Dua Pelajar Diduga Curi Dua Motor di Banda Aceh Irwansyah Advokasi Pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin RUU Penyiaran Bahas Konten Digital, DPR Tegaskan Kebebasan Ekspresi Tetap Dijaga DPR Soroti 400 Jalur Tikus di Perbatasan Kalbar Peduli Lansia, Dinsos Aceh Berikan Kursi Roda kepada Sariana Hasibuan MTQ Julok Lahirkan Bibit Berkualitas

News

FSH UIN Ar-Raniry Kirim 29 Mahasiswa KPM ke Bener Meriah

badge-check


					FSH UIN Ar-Raniry Kirim 29 Mahasiswa KPM ke Bener Meriah Perbesar

BENER MERIAH — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melepas 29 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (27/10/2025).

Pelepasan dilakukan oleh Dekan FSH, Prof Dr Kamaruzzaman Bustamam Ahmad MA dan diterima langsung oleh Camat Bukit, Syahrian SSTP MSi di halaman Kantor Camat setempat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi SSos MSi, Tenaga Ahli Kabupaten Aceh Tengah, Gunawan, SH MSi serta para reje dari tujuh gampong lokasi pengabdian, yakni Bale Atu, Tingkem Benyer, Paya Gajah, Bale Redelong, Serule Kayu, Kute Lintang, dan Tingkem Bersatu.

Selama 45 hari, mahasiswa akan menjalankan tiga program utama: pendampingan penyusunan Qanun Gampong, pembaruan data pada aplikasi SIGAP Aceh, serta penguatan tata kelola keuangan desa berbasis akuntabilitas dan transparansi.

“KPM Tematik bukan sekadar praktik ilmu, tetapi ruang pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa kami diharapkan mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” kata Prof Kamaruzzaman.

Camat Bukit, Syahrian, menyambut positif kehadiran mahasiswa FSH di wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas kontribusi UIN Ar-Raniry. Semoga mahasiswa dapat menyesuaikan diri, menjaga nama baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat gampong,” ujarnya.

Kadis Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, menilai program ini sejalan dengan agenda digitalisasi pemerintahan desa di Aceh.

“Mahasiswa yang memahami sistem SIGAP Aceh bisa membantu perangkat desa mempercepat transformasi digital,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kabupaten Aceh Tengah, Gunawan, menilai keterlibatan mahasiswa sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran hukum dan partisipasi publik di desa.

“Mahasiswa memiliki energi dan idealisme tinggi. Bila diarahkan dengan baik, mereka dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” katanya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dua Pelajar Diduga Curi Dua Motor di Banda Aceh

26 September 2026 - 10:39 WIB

Irwansyah Advokasi Pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin

26 September 2026 - 10:23 WIB

Gelapkan Motor Milik Anggota TNI, Pria 24 Tahun Diamankan Polresta Banda Aceh

25 September 2026 - 19:45 WIB

Lantik Kaprodi FTK UIN Ar-Raniry, Rektor: Jangan Persulit Mahasiswa

25 September 2026 - 15:31 WIB

DPR Minta Lapas Cibinong Dievaluasi

24 September 2026 - 20:21 WIB

Trending di News