Menu

Mode Gelap
Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran Arus Mudik Lebaran H+3 Lancar Mudik ke Seunuddon, Kak Na Santuni Anak Yatim dan Ziarah ke Makam Keluarga Klok Klaim Persib Punya Pengalaman di Jalur Juara Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

News

Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana

badge-check


					Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana Perbesar

GAYO LUES – Pemerintah Aceh memastikan proses belajar mengajar (PBM) di Kabupaten Gayo Lues tetap berlangsung meskipun wilayah tersebut masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kawasan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Basri, S.Pd., pada Jumat (23/1/2026) mengatakan secara umum aktivitas pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan SLB berjalan lancar pascabencana.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sekolah yang membutuhkan penanganan khusus. Salah satunya adalah SMAN 1 Pining, yang mengalami dampak terberat akibat banjir dan longsor. Sekolah tersebut sempat tertimbun lumpur dan material pasir, serta akses dari gampong ke lokasi sekolah terputus.

“Untuk SMAN 1 Pining, proses belajar mengajar dilaksanakan dalam kondisi khusus karena dampak bencana cukup berat. Namun, pemerintah terus berupaya agar layanan pendidikan tetap berlangsung,” tambah Basri.

Menurutnya, dari total 21 sekolah SMA, SMK, dan SLB di Gayo Lues, sebanyak 210 siswa terdampak langsung bencana. Sebagian di antaranya kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah berat, sehingga membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, sepatu, buku, dan perlengkapan belajar lainnya.

Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan pendidikan, “agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran,” tutup Basri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Aceh untuk memanfaatkan persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait fleksibilitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 bagi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kebutuhan pendukung pembelajaran di sekolah kami dorong untuk dipenuhi dengan memaksimalkan penggunaan dana BOSP, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan optimal di tengah keterbatasan infrastruktur,” ujar Murthalamuddin.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus menjadikannya bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana. “Ini menjadi perhatian serius kami. Pendidikan harus tetap berjalan dan menjadi sumber optimisme bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah berharap, melalui semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, dunia pendidikan di Gayo Lues dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar

24 Maret 2026 - 01:32 WIB

Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

24 Maret 2026 - 01:29 WIB

Arus Mudik Lebaran H+3 Lancar

24 Maret 2026 - 01:24 WIB

Netanyahu Ketar Ketir Minta Bantuan Negara Lain Serang Iran

24 Maret 2026 - 01:02 WIB

Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026

23 Maret 2026 - 01:15 WIB

Trending di News