Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

News

Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana

badge-check


					Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana Perbesar

GAYO LUES – Pemerintah Aceh memastikan proses belajar mengajar (PBM) di Kabupaten Gayo Lues tetap berlangsung meskipun wilayah tersebut masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kawasan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Basri, S.Pd., pada Jumat (23/1/2026) mengatakan secara umum aktivitas pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan SLB berjalan lancar pascabencana.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sekolah yang membutuhkan penanganan khusus. Salah satunya adalah SMAN 1 Pining, yang mengalami dampak terberat akibat banjir dan longsor. Sekolah tersebut sempat tertimbun lumpur dan material pasir, serta akses dari gampong ke lokasi sekolah terputus.

“Untuk SMAN 1 Pining, proses belajar mengajar dilaksanakan dalam kondisi khusus karena dampak bencana cukup berat. Namun, pemerintah terus berupaya agar layanan pendidikan tetap berlangsung,” tambah Basri.

Menurutnya, dari total 21 sekolah SMA, SMK, dan SLB di Gayo Lues, sebanyak 210 siswa terdampak langsung bencana. Sebagian di antaranya kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah berat, sehingga membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, sepatu, buku, dan perlengkapan belajar lainnya.

Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan pendidikan, “agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran,” tutup Basri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Aceh untuk memanfaatkan persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait fleksibilitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 bagi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kebutuhan pendukung pembelajaran di sekolah kami dorong untuk dipenuhi dengan memaksimalkan penggunaan dana BOSP, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan optimal di tengah keterbatasan infrastruktur,” ujar Murthalamuddin.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus menjadikannya bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana. “Ini menjadi perhatian serius kami. Pendidikan harus tetap berjalan dan menjadi sumber optimisme bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah berharap, melalui semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, dunia pendidikan di Gayo Lues dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News