Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Harga Semen di Aceh Lebih Mahal dari Medan, Bupati Aceh Besar Protes PT SBA

badge-check


					
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) saat membuka Lokakarya Percepatan Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Tenurial MHA sebagai strategi peningkatan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di The Pade Hotel, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (29/10/2025).

FOTO/MC ACEH BESAR Perbesar

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) saat membuka Lokakarya Percepatan Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Tenurial MHA sebagai strategi peningkatan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di The Pade Hotel, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (29/10/2025). FOTO/MC ACEH BESAR

ACEH BESAR — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menyoroti mahalnya harga semen di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Besar yang merupakan daerah produksi utama PT. Solusi Bangun Andalas (SBA).

Ia berharap pihak perusahaan tidak membebani masyarakat lokal dengan harga jual yang tinggi, melainkan dapat menyesuaikannya agar lebih berpihak kepada konsumen di daerah sendiri.

Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi harga semen yang jauh lebih mahal dibandingkan daerah lain seperti Medan dan sekitarnya. Padahal, merek semen tersebut berasal dari pabrik PT. SBA yang berlokasi di Lhoknga, Aceh Besar.

“Hari ini masyarakat banyak mengeluhkan harga semen di Aceh yang justru lebih mahal daripada di luar daerah. Padahal, produksinya dari Aceh Besar sendiri. Ini sangat tidak logis dan merugikan masyarakat setempat,” ujar Bupati Aceh Besar Syech Muharram, usai membuka Lokakarya Percepatan Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Tenurial MHA sebagai strategi peningkatan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di The Pade Hotel, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (29/10/2025).

Terkait hal itu, Bupati menilai situasi ini bertolak belakang dengan prinsip keadilan ekonomi daerah. Menurutnya, di saat masyarakat sedang berjuang membangun rumah dan infrastruktur dengan biaya tinggi, harga semen seharusnya justru lebih murah di daerah produksi.

“Semen diproduksi di Aceh Besar, bahan bakunya dari Aceh, tapi harganya di sini malah lebih tinggi daripada di luar. Ini harus dikaji ulang agar tidak memberatkan konsumen,” tegasnya.

Syech Muharram juga mengapresiasi berbagai program tanggung jawab sosial (CSR) yang dijalankan PT. SBA, seperti pemberian beasiswa, pembangunan fasilitas sosial, dan dukungan terhadap masyarakat sekitar. Namun, ia menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh menutupi persoalan utama yang dirasakan masyarakat, yaitu mahalnya harga semen.

“Kami menghargai program CSR yang diberikan PT. SBA. Tapi jangan sampai bantuan itu menutupi kenyataan bahwa masyarakat Aceh harus membeli semen lebih mahal dari luar daerah. Bantuan sosial tidak boleh membunuh daya beli masyarakat,” katanya dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Bupati berharap PT. SBA bersama pemerintah pusat dapat menindaklanjuti hasil reses Komisi VII DPR RI yang beberapa waktu lalu meninjau pabrik tersebut. Ia menekankan pentingnya langkah konkret agar kebijakan harga semen lebih berpihak kepada masyarakat Aceh.

“Kami berharap setelah kunjungan Komisi VII DPR RI ke PT. SBA ada tindak lanjut nyata untuk penyesuaian harga. Seharusnya semen dari Aceh dijual lebih murah di Aceh, karena semua proses produksinya berasal dari sini,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi terbaik atas persoalan ini. Ia menegaskan, Pemkab siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pihak perusahaan agar hubungan kemitraan yang selama ini terjalin dapat lebih berkeadilan.

“Kita ingin keadilan ekonomi. Jangan sampai masyarakat Aceh hanya menjadi penonton di tengah sumber daya besar yang ada di wilayahnya sendiri. Pemerintah akan berupaya agar semua pihak diuntungkan, terutama masyarakat sebagai konsumen akhir,” pungkasnya.

Kenaikan harga semen dalam beberapa bulan terakhir memang menjadi sorotan publik di Aceh. Sejumlah toko bangunan dan konsumen melaporkan bahwa harga semen merek PT. SBA di Aceh lebih tinggi dibandingkan di provinsi tetangga seperti Sumatera Utara. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada sektor pembangunan, infrastruktur, dan daya beli masyarakat.

Dengan pernyataan tegas Bupati Aceh Besar ini, masyarakat berharap pihak perusahaan dan pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar harga semen di Aceh kembali stabil, adil, dan berpihak kepada daerah penghasilnya sendiri.(**)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News