Menu

Mode Gelap
Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman

News

Kinerja Moncer, BSI Masuk Top 5 Bank

badge-check


					RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan Perbesar

RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan

BANDA ACEH – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar media gathering bersama insan pers untuk membahas peran strategis perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 13 Mei 2026 ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi antara BSI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta media massa di Aceh.

RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, dalam sambutannya menegaskan bahwa perbankan syariah kini memiliki posisi yang semakin penting dalam menopang ekonomi, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem berbasis syariah.

Ia menyampaikan, secara nasional BSI terus menunjukkan kinerja positif sejak merger pada 1 Februari 2021. Hingga Kuartal I 2026, jumlah nasabah telah mencapai 23,7 juta atau bertambah 9,26 juta sejak merger.

“Pertumbuhan ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.

Dari sisi pembiayaan, BSI mencatat pertumbuhan 14,39 persen (YoY) menjadi Rp329 triliun, dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat 1,8 persen, membaik dari sebelumnya 1,88 persen.

Sejalan dengan itu, total aset BSI per Maret 2026 mencapai Rp460,1 triliun, menempatkan BSI dalam jajaran lima besar bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada Januari 2026.

Di tingkat regional, kinerja BSI Aceh juga menunjukkan tren positif. DPK tumbuh 17,49 persen (YoY) menjadi Rp21 triliun, sementara pembiayaan meningkat 11,15 persen menjadi Rp25,4 triliun.

Aset BSI Aceh turut naik menjadi Rp26,4 triliun atau tumbuh 11,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara perbankan dan media.

“Kolaborasi ini penting untuk meningkatkan edukasi masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando, menegaskan bahwa sektor perbankan syariah memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula dua narasumber, yakni Wakil Direktur Eksekutif KDEKS Aceh, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., dan Manager Madya OJK Aceh, Ferdinan Daular.

Hafas Furqani menjelaskan peran KDEKS dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan ekosistem halal, industri keuangan syariah, serta peningkatan literasi masyarakat.

Sedangkan Ferdinan Daular memaparkan kontribusi perbankan syariah dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta peningkatan inklusi keuangan di Aceh.

Melalui kegiatan ini, BSI berharap sinergi antara perbankan, regulator, akademisi, dan media dapat terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru

20 September 2026 - 19:56 WIB

DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat

19 September 2026 - 22:59 WIB

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

18 September 2026 - 08:45 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Luluskan 122 Sarjana, Dekan: Gelar Akademik Adalah Amanah

18 September 2026 - 08:41 WIB

ASSA 2026 Dibuka, Acer Dorong Sekolah dan Guru Kuasai AI

17 September 2026 - 22:18 WIB

Trending di News