Menu

Mode Gelap
Komisi X Dorong Anggaran Pendidikan 2027 Perkuat Kesejahteraan Guru RUU Migas Bakal Perkuat Peran BUMD dan Koperasi di Sektor Hulu Wagub Aceh Hadiri Haul ke-4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh Bernardo Tavares Soroti Transisi Bertahan Persebaya Usai Tekuk Penang FC Persib Tekuk Sabah FC 3-0, Igor Tolic Soroti Kelemahan Hadapi Low Block KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

Politik

Komisi X Dorong Anggaran Pendidikan 2027 Perkuat Kesejahteraan Guru

badge-check


					Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat diwawancarai di Senayan, Jakarta, Jumat (14/08/2026). Foto: Fadli/Mahendra Perbesar

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat diwawancarai di Senayan, Jakarta, Jumat (14/08/2026). Foto: Fadli/Mahendra

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kenaikan anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 turut diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.

Advertisements
Ad 33

Fikri mengatakan, anggaran pendidikan 2027 diproyeksikan meningkat dari Rp768,54 triliun menjadi Rp819,44 triliun. Kenaikan tersebut dinilai harus dikawal agar tidak hanya berfokus pada pembangunan dan renovasi sarana prasarana sekolah.

Hal itu disampaikan Fikri saat merespons pidato Presiden RI terkait Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut politikus PKS tersebut, persoalan pendidikan setidaknya mencakup tiga aspek utama, yakni sarana dan prasarana, sumber daya manusia pendidikan, serta kurikulum.

“Kalau saya pernah merekap problematika pendidikan, sesungguhnya kalau disederhanakan ya satu soal sarana dan prasarana, yang kedua soal SDM dalam hal ini guru dan tenaga kependidikan, yang ketiga baru soal kurikulum,” ujar Fikri.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap renovasi sekolah. Namun, menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan juga sangat bergantung pada kondisi guru dan tenaga kependidikan sebagai pelaksana utama proses pembelajaran.

Fikri menilai persoalan guru bukan hanya menyangkut jumlah, tetapi juga status kepegawaian, kesejahteraan, serta jaminan sosial.

“Yang kedua tadi guru dan tenaga kependidikan baru disebut, tetapi bukan tertulis. Tidak ada tertulis, tertulis yang di layar hanya renovasi. Mudah-mudahan nanti akan ada diskusi lanjutan di dalam komisi-komisi, terutama di Komisi X untuk kemudian memenuhi ekspektasi guru, baik statusnya, kesejahteraannya maupun jaminan sosial bagi guru,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Karena itu, kenaikan anggaran pendidikan pada 2027 diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan secara lebih menyeluruh.

Komisi X DPR RI, kata Fikri, akan terus mengawal pembahasan dan penggunaan anggaran pendidikan agar peningkatan alokasi tersebut tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RUU Migas Bakal Perkuat Peran BUMD dan Koperasi di Sektor Hulu

17 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Hari Damai Aceh ke-21, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

14 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Nurdiansyah Alasta Bidik Ketua Demokrat Aceh

10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Komisi III Kawal Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri

8 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Titik Api Terus Berulang, Legislator Desak Kemenhut Ubah Strategi Karhutla

8 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Trending di Politik