Menu

Mode Gelap
Sidak RSUD Kota Langsa, Sekda Nasir: Bangun Komunikasi dan Edukasi Pasien Unjukrasa Mahasiswa Soal Pergub JKA, Jubir Nurlis: Penting untuk Bahan Evaluasi Tetapkan Tersangka Fitnah Sekda Nasir, Polisi Identifikasi Pihak Lain yang Terlibat Kak Na: Konsumsi Ikan Penting untuk Mendukung Tumbuh Kembang Otak Anak RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus Kak Na Ajak Kader Aktif Jalankan 10 Program Pokok PKK

News

Lebih dari 50 Persen Gampong di Aceh Terdampak Banjir dan Longsor

badge-check


					Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen mengakibatkan banjir di puluhan kecamatan Perbesar

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen mengakibatkan banjir di puluhan kecamatan

BANDA ACEH – Sedikitnya lebih dari 50 persen gampong atau desa di Aceh terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut.

Data termutakhir Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Selasa (2/12/2025) malam mencatat 3.310 gampong dari total 6.497 gampong mengalami dampak langsung bencana. “Dampak ini sudah lebih dari 50 persen dari total gampong di Aceh,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh, Zulkifli, dalam rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat, Banda Aceh, Selasa (2/12/2025) malam.

Rapat tersebut dihadiri antara lain oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Aceh, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Komdigi, Pertamina, dan PLN.

Merujuk data yang dihimpun hingga pukul 20.00 WIB tadi malam menunjukkan bencana tersebut telah berdampak pada 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa, tersebar di 18 kabupaten/kota dan 229 kecamatan. Sementara itu, hingga pukul 19.37 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 249 orang, dan 227 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain korban jiwa, terdapat 1.435 warga mengalami luka ringan dan 403 luka berat. Karena itu, Zulkifli menekankan perlunya percepatan evakuasi lanjutan, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau tim pencarian dan pertolongan (SAR).

Sementara itu, jumlah pengungsian meningkat menjadi 828 lokasi, dengan 157.321 kepala keluarga atau 660.642 jiwa masih bertahan.

Kerusakan fasilitas umum juga meluas. Data sementara mencatat 138 kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, dan 4 pondok pesantren terdampak. Selain itu, kerusakan juga terdampak di 302 titik jalan dan 152 jembatan. “Sebanyak 77.049 unit rumah rusak, serta terdapat kerusakan pada 139.444 hektare sawah, 12.012 hektare kebun, dan kematian 182 ekor ternak,” lanjutnya.

Adapun hingga hari kelima masa tanggap darurat, Posko Tanggap Darurat Aceh telah menerima 8.703 item logistik atau 51.216 ton, dan menyalurkan 6.656 item dengan total berat 28.605 ton. “Masih tersisa sekitar 22.711 ton logistik di berbagai titik penyimpanan. Ini yang perlu segera kita salurkan. Karena masih ada lokasi yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. Karena itu, perlu identifikasi yang jelas untuk mengetahui kendalanya. Jika harus diangkut melalui udara, posko di Lanud sudah siap mendukung,” kata Zulkifli.

Oleh karena itu, Asisten II Sekda Aceh meminta seluruh bidang mempercepat distribusi bantuan, terutama ke wilayah terisolir dan titik pengungsian padat. Pemerintah menargetkan percepatan penyaluran logistik serta penguatan pemulihan pada hari-hari mendatang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tetapkan Tersangka Fitnah Sekda Nasir, Polisi Identifikasi Pihak Lain yang Terlibat

11 Mei 2026 - 20:02 WIB

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Trending di News