Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Lebih dari 50 Persen Gampong di Aceh Terdampak Banjir dan Longsor

badge-check


					Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen mengakibatkan banjir di puluhan kecamatan Perbesar

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen mengakibatkan banjir di puluhan kecamatan

BANDA ACEH – Sedikitnya lebih dari 50 persen gampong atau desa di Aceh terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut.

Data termutakhir Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Selasa (2/12/2025) malam mencatat 3.310 gampong dari total 6.497 gampong mengalami dampak langsung bencana. “Dampak ini sudah lebih dari 50 persen dari total gampong di Aceh,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh, Zulkifli, dalam rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat, Banda Aceh, Selasa (2/12/2025) malam.

Rapat tersebut dihadiri antara lain oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Aceh, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Komdigi, Pertamina, dan PLN.

Merujuk data yang dihimpun hingga pukul 20.00 WIB tadi malam menunjukkan bencana tersebut telah berdampak pada 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa, tersebar di 18 kabupaten/kota dan 229 kecamatan. Sementara itu, hingga pukul 19.37 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 249 orang, dan 227 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain korban jiwa, terdapat 1.435 warga mengalami luka ringan dan 403 luka berat. Karena itu, Zulkifli menekankan perlunya percepatan evakuasi lanjutan, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau tim pencarian dan pertolongan (SAR).

Sementara itu, jumlah pengungsian meningkat menjadi 828 lokasi, dengan 157.321 kepala keluarga atau 660.642 jiwa masih bertahan.

Kerusakan fasilitas umum juga meluas. Data sementara mencatat 138 kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, dan 4 pondok pesantren terdampak. Selain itu, kerusakan juga terdampak di 302 titik jalan dan 152 jembatan. “Sebanyak 77.049 unit rumah rusak, serta terdapat kerusakan pada 139.444 hektare sawah, 12.012 hektare kebun, dan kematian 182 ekor ternak,” lanjutnya.

Adapun hingga hari kelima masa tanggap darurat, Posko Tanggap Darurat Aceh telah menerima 8.703 item logistik atau 51.216 ton, dan menyalurkan 6.656 item dengan total berat 28.605 ton. “Masih tersisa sekitar 22.711 ton logistik di berbagai titik penyimpanan. Ini yang perlu segera kita salurkan. Karena masih ada lokasi yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. Karena itu, perlu identifikasi yang jelas untuk mengetahui kendalanya. Jika harus diangkut melalui udara, posko di Lanud sudah siap mendukung,” kata Zulkifli.

Oleh karena itu, Asisten II Sekda Aceh meminta seluruh bidang mempercepat distribusi bantuan, terutama ke wilayah terisolir dan titik pengungsian padat. Pemerintah menargetkan percepatan penyaluran logistik serta penguatan pemulihan pada hari-hari mendatang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News