Menu

Mode Gelap
190 Masjid di Jalur Mudik Aceh Disiapkan Layani Pemudik 24 Jam Kak Na: Silaturrahmi mempererat Ukhuwah dan Kekompakan Harga Daging Meugang di Aceh Berkisar Rp150–180 Ribu Wagub Aceh Bersama Mendagri dan Mensos Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Timur Kak Na Ajak Anak yatim Berbelanja Baju Lebaran di Plaza Aceh Mahasiswa Doktor UIN Ar-Raniry Gelar Academic Sharing Bahas Masa Depan Studi Islam

News

Mahasiswa Doktor UIN Ar-Raniry Gelar Academic Sharing Bahas Masa Depan Studi Islam

badge-check


					Mahasiswa Doktor UIN Ar-Raniry Gelar Academic Sharing Bahas Masa Depan Studi Islam Perbesar

BANDA ACEH— Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar forum Academic Sharing yang dirangkai dengan buka puasa bersama, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hermes Palace Hotel itu menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa doktoral untuk membahas arah serta tantangan pengembangan kajian Studi Islam di tengah dinamika sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Forum tersebut dipandu Muazzinah dan menghadirkan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Eka Srimulyani dan Ketua Program Studi S3 Studi Islam Prof Syamsul Rijal.

Dalam paparannya, Prof Eka Srimulyani menekankan pentingnya integrasi antara nilai spiritual dan intelektual dalam penelitian keislaman agar mampu memberi kontribusi terhadap penguatan etika sosial, perdamaian, dan keadilan.

Selain itu, Eka juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan jejaring akademik di kalangan mahasiswa lintas angkatan.

Menurut antropolog perempuan pertama dari Aceh ini, sinergi riset perlu terus diperkuat, baik dalam kajian pendidikan Islam, multikulturalisme, maupun berbagai isu sosial-keagamaan kontemporer.

Sementara itu, Ketua Program Studi S3 Studi Islam, Syamsul Rijal menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi ilmiah dalam pengembangan Studi Islam.

Ia menilai dinamika sosial yang terus berkembang menuntut kajian keislaman untuk memperluas ruang dialog akademik.

“Pengembangan Studi Islam tidak cukup hanya melalui penelitian individual. Ia membutuhkan diseminasi pengetahuan, pertukaran gagasan akademik, serta kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan,” kata Syamsul Rijal dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan terdapat empat konsep utama yang dapat memperkuat pengembangan Studi Islam, yakni knowledge dissemination, scholarly exchange, academic collaboration, dan intellectual exchange. Keempat konsep ini, kata dia, saling berkaitan dan menjadi fondasi bagi pengembangan keilmuan yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Menurut Syamsul Rijal, penguatan jejaring intelektual menjadi kunci agar kajian Studi Islam mampu merespons berbagai persoalan kontemporer.

“Studi Islam perlu terus mendorong dialog lintas disiplin dan kerja sama akademik agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Syamsul Rijal juga memberikan motivasi akademik kepada mahasiswa doktoral. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat ilmiah sekaligus spiritual selama menjalani studi doktoral.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Program Studi S3 Studi Islam Dr Zubaidah MEd serta para mahasiswa doktoral Studi Islam.

Selain menjadi forum diskusi ilmiah, agenda tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi akademik di lingkungan Pascasarjana.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai bagian dari kebersamaan sivitas akademika dalam momentum Ramadan. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

190 Masjid di Jalur Mudik Aceh Disiapkan Layani Pemudik 24 Jam

16 Maret 2026 - 23:52 WIB

Harga Daging Meugang di Aceh Berkisar Rp150–180 Ribu

16 Maret 2026 - 14:47 WIB

Gerakan Satu Masjid Satu Jurnalis Mulai Digelorakan di Banda Aceh dan Aceh Besar

15 Maret 2026 - 05:46 WIB

ITF UIN Ar-Raniry Salurkan Sembako dan Santunan Tunai bagi Dhuafa dan Pegawai Kebersihan

14 Maret 2026 - 19:44 WIB

Kasus PSR Rp38,4 Miliar, Terdakwa Sudirman Klaim Tidak Pernah Perkaya Diri

14 Maret 2026 - 06:47 WIB

Trending di News