Menu

Mode Gelap
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu BSN Championship 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp175 Juta, Abeh Ubee Abeh! Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

News

Mahasiswa Prodi SKI UIN Ar-Raniry Belajar Langsung Tradisi Tenun Songket Aceh di Siem

badge-check


					Mahasiswa Prodi SKI UIN Ar-Raniry Belajar Langsung Tradisi Tenun Songket Aceh di Siem Perbesar

BANDA ACEH — Sejumlah mahasiswa Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti kuliah lapangan di Sentra Tenun Songket Nyakmu milik Ibu Dahlia di Gampong Siem, Aceh Besar, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mata kuliah Keterampilan Memandu Wisata dan Budaya. Mahasiswa diajak melihat langsung proses pembuatan songket Aceh sekaligus mengenal nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di balik karya tenun tradisional.

Dahlia, pemilik usaha yang meneruskan warisan sang ibu, Maryamu atau lebih dikenal sebagai Nyak Mu, menceritakan bahwa usaha tenun ini sudah dirintis sejak tahun 1973. Songket Nyakmu dikenal dengan beragam motif tradisional Aceh yang dibuat dengan teknik menenun manual oleh para pengrajin setempat.

“Kami senang generasi muda datang belajar dan menghargai warisan ini. Semoga tradisi menenun tidak hilang dan tetap dilestarikan,” ujar Maulina, penanggung jawab sentra tenun tersebut.

Maulina menambahkan, pada awalnya bahan songket dibuat dari benang sutra karena teksturnya lembut dan berkilau. Namun, karena sutra semakin sulit ditemukan dan mahal, kini bahan diganti dengan katun yang lebih mudah diperoleh. Sebagian besar benang harus didatangkan dari luar daerah.

Dosen pembimbing lapangan, Istiqamatunnisak MA, menjelaskan bahwa kuliah lapangan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa.

“Belajar dari para pengrajin memberi pemahaman bahwa di balik selembar kain songket yang indah ada nilai kesabaran, ketelitian, dan cinta terhadap budaya yang luar biasa,” katanya.

Istiqamatunnisak berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan di masa mendatang. “Pendekatan lapangan seperti ini menumbuhkan apresiasi mahasiswa terhadap kekayaan tenun Aceh sekaligus mendorong mereka untuk ikut menjaga kelestarian budaya lokal,” ujarnya.

Kuliah lapangan diakhiri dengan sesi praktik menenun sederhana dan dialog bersama para pengrajin yang telah berpuluh tahun menjaga tradisi khas Aceh tersebut. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

Trending di News