Menu

Mode Gelap
Hari Damai Aceh ke-21, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa Indonesia Masih Bergantung Impor Kedelai, DPR Dorong Cetak 1 Juta Hektare Lahan Pelatih Persik Ingin Bawa Trofi dari Pramusim di Malaysia Warul Walidin dalam Kenangan Mujiburrahman: Guru Bangsa dan Rektor Senior UIN Ar-Raniry Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

News

Manusia Silver Ditangkap

badge-check


					Anggota Satpol PP dan WH Aceh Besar amankan manusia silver yang mencoba beroperasi di Simpang Ajun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (3/5/2025). FOTO/DOK SATPOL PP DAN WH ACEH BESAR Perbesar

Anggota Satpol PP dan WH Aceh Besar amankan manusia silver yang mencoba beroperasi di Simpang Ajun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (3/5/2025). FOTO/DOK SATPOL PP DAN WH ACEH BESAR

ACEH BESAR – Usai ditertibkan di kawasan Banda Aceh, manusia silver kini mulai terlihat muncul dikawasan Aceh Besar.

Munculnya manusia silver sejak awal Januari 2025 mulai meresahkan masyarakat.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Besar bergerak cepat dan berhasil mengamankan keberadaan manusia silver yang mencoba beroperasi di Simpang Ajun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (3/5/2025).

Kasatpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, SSTP, MPA mengatakan, sebelumnya mereka beroperasi dikawasan Kota Banda Aceh, mulai dari persimpangan lampu merah hingga warung kopi.

Aktivitas meminta-minta yang mereka lakukan mulai mengganggu masyarakat. Usai mendapat laporan tentang keberadaan manusia silver pihaknya bergerak cepat dan berhasil mengamankan.

“Kita menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas mereka di Simpang Ajun, saat itu juga kami menurunkan tim untuk mengamankan mereka,” katanya.

Menurut Muhajir fenomena munculnya manusia yang mengecat tubuhnya dengan warna perak (silver) untuk meminta-minta di jalanan, hal tersebut tentunya memiliki dampak sosial yang tidak baik. Pertama, perilaku mereka ini, tidak ubahnya seperti perilaku meminta-minta tidak berbeda dengan pengemis.

“Kedua, potensi eksploitasi anak-anak yang terlibat dalam aktivitas ini, terakhir dampak yang muncul dari manusia silver itu, ketidaknyamanan dan gangguan bagi pengguna jalan. Itu sebabnya kita amankan mereka,” kata Kasatpol PP dan WH Aceh Besar.

Bagi muhajir manusia silver tersebut tidak sesuai dengan budaya Aceh, itu sebabnya ia meminta kepada masyarakat atau pengguna jalan yang melihat keberadaan manusia silver tidak berempati dan memberikan uang.

“Jangan berempati berlebihan dan memberikan uang kepada mereka, itu bisa membuat mereka manja dan akan terus menjadi peminta-minta,” pungkas Muhajir.[]

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa

13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Indonesia Masih Bergantung Impor Kedelai, DPR Dorong Cetak 1 Juta Hektare Lahan

13 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Warul Walidin dalam Kenangan Mujiburrahman: Guru Bangsa dan Rektor Senior UIN Ar-Raniry

12 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

11 Agustus 2026 - 15:01 WIB

BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia

11 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Trending di News