Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Angkat 228 Pegawai Negeri Sipil Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030 Peringati Hari Didong, Ketua KNA Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Gayo Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara Dirut SIG Turun ke Aceh, Pastikan Pasokan Semen Kembali Stabil

News

Pabrik Wood Chips Diluncurkan di Aceh Besar, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat

badge-check


					Pabrik Wood Chips Diluncurkan di Aceh Besar, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Perbesar

ACEH BESAR– Pabrik wood chips resmi diluncurkan di Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, sebagai langkah nyata mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di daerah tersebut.

Pabrik ini dikelola oleh PT Sumire Smile Aceh yang merupakan bagian dari PT Sumire Smile Indonesia di bawah naungan Sumire Smile Sustainable Energy Supply Co. Ltd, Jepang.

Direktur perusahaan, Wahyu, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan ini di Aceh didasari oleh keyakinan terhadap besarnya potensi energi terbarukan yang dimiliki daerah tersebut.

“Kami berharap perusahaan kami dapat diterima oleh bapak-bapak semua dan dapat berkontribusi bagi masyarakat di sini,” ujar Wahyu dalam sambutannya, Kamis 9 April 2026.

Ia menjelaskan, perusahaan memiliki visi menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan energi baru terbarukan kelas dunia. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya menerapkan strategi operasional “tebang tanam” dalam penyediaan bahan baku.

Melalui strategi ini, perusahaan akan bekerja sama dengan masyarakat lokal, termasuk membantu pembibitan di lahan kosong milik warga serta memanfaatkan material kayu yang tersedia di perkebunan masyarakat untuk kebutuhan produksi saat ini.

Selain itu, kehadiran pabrik wood chips ini diharapkan mampu menarik minat pasar global terhadap produk energi terbarukan asal Aceh, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Di sisi lain, dukungan penuh juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Imam Mukim Masjid Raya menyambut baik kehadiran perusahaan tersebut dan menilai hal ini menjadi peluang ekonomi baru bagi warga.

“Ini menjadi sumber ekonomi bagi kami di sini, terutama dengan terbukanya lapangan kerja. Kami berharap tenaga kerja dari masyarakat lokal dapat dilibatkan, kecuali untuk pekerjaan yang bersifat teknis,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat setempat tidak asing dengan pengelolaan kayu, sehingga diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap aktivitas industri tersebut.

Hal senada disampaikan Keuchik (Kepala Desa) Durung, Zahrul, yang berharap manfaat perusahaan tidak hanya dirasakan oleh desa, tetapi juga seluruh wilayah kecamatan.

“Kami sangat mendukung. Harapan kami bukan hanya desa ini, tetapi kecamatan juga bisa merasakan manfaatnya,” kata Zahrul.

Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Zainal–yang merupakan pelaku UMKM rotan menekankan pentingnya membangun citra positif daerah melalui keberhasilan industri ini.

“Kehadiran perusahaan ini harus mampu menghapus stigma negatif dari luar. Mari kita tunjukkan bahwa daerah kita punya potensi luar biasa. Kita buka kolaborasi dan kabarkan ke luar,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat, pabrik wood chips ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus penguatan ekonomi lokal di Aceh Besar. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Aceh Angkat 228 Pegawai Negeri Sipil

6 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

6 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Peringati Hari Didong, Ketua KNA Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Gayo

6 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

5 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Dirut SIG Turun ke Aceh, Pastikan Pasokan Semen Kembali Stabil

5 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Trending di News