Menu

Mode Gelap
Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor 76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

News

Peran Pelabuhan Ulee Lheue dalam Penyaluran Logistik untuk Korban Bencana Aceh

badge-check


					Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin Perbesar

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin

BANDA ACEH – Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh menjadi salah satu simpul utama distribusi bantuan kemanusiaan selama masa tanggap darurat banjir dan longsor di daerah ujung barat Sumatra.

Dalam kurun waktu sebulan pascabencana, ratusan ton logistik dan ribuan pergerakan angkutan telah disalurkan melalui pelabuhan milik Pemerintah Aceh itu.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin menyebutkan bahwa hingga 29 Desember 2025 total bantuan yang didistribusikan melalui Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue mencapai 505 ton barang dan logistik.

“Pengiriman bantuan pertama kali dimulai pada tanggal 30 November 2025 menggunakan kapal Express Bahari 2F,” kata Murthalamuddin, Jumat (9/1) berdasarkan laporan Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Aceh, Husaini Jamil.

Selain logistik, pelabuhan ini juga melayani pergerakan 890 penumpang selama masa tanggap darurat baik ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Pelabuhan Langsa maupun sebaliknya.

Dukungan transportasi darat turut mendominasi pengiriman bantuan, dengan rincian 67 unit kendaraan roda dua, 15 unit kendaraan roda empat, 136 unit skid tank BBG, serta 8 unit mobil tangki.

Menurut Murthalamuddin, seluruh operasional pelabuhan dijalankan secara terkoordinasi dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayanan. Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan terjadwal menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

“Seluruh bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap dan terjadwal sesuai dengan kebutuhan lapangan melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pengiriman bantuan selama masa tanggap darurat ini didukung oleh sejumlah kapal yang melayani rute Pelabuhan Ulee Lheue-Pelabuhan Krueng Geukueh-Pelabuhan Langsa. Jalur tersebut menjadi koridor penting dalam menjangkau wilayah terdampak banjir dan longsor di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Murthalamuddin menegaskan, peran Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue sangat strategis dalam memastikan logistik kemanusiaan dapat tiba tepat waktu di daerah terdampak, sekaligus menjaga kesinambungan bantuan selama masa darurat bencana.

“Ketika akses darat putus saat banjir, pelabuhan ini sangat berperan penting menyalurkan bantuan untuk saudara-saudara kita di wilayah terdampak banjir dan longsor,” pungkasnya. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak

29 Juni 2026 - 11:05 WIB

76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL

28 Juni 2026 - 16:43 WIB

PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah

28 Juni 2026 - 16:39 WIB

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Trending di News