Menu

Mode Gelap
Komisi I DPRA Dorong Pemkab dan DPRK Aceh Timur Proaktif Selesaikan Sengketa Lahan HGU DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB dan Tata Kabel Provider Seluruh Fraksi DPRK Setujui Raqan Pertanggungjawaban APBK Banda Aceh 2025 Fraksi PKS Ungkap Catatan Kritis terhadap Pertanggungjawaban APBK 2025 Fraksi PAN Sorot Tata Kelola Perparkiran di Kota Banda Aceh Apresiasi Komitmen Pemko, Fraksi Gabungan Terus Dorong Pemanfaatan Aset dan Peningkatan PAD

News

PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir

badge-check


					PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir Perbesar

BANDA ACEH– Sebanyak 130 naskah kuno Aceh yang terdampak banjir pada 2025 direstorasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bekerja sama dengan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan didukung Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Komisariat Aceh.

Kegiatan preservasi dan restorasi manuskrip tersebut berlangsung di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 19 hingga 23 Mei 2026 dengan melibatkan lima konservator dari PNRI Jakarta.

Rektor UIN Ar-Raniry meninjau langsung proses restorasi manuskrip kuno yang dilakukan terhadap koleksi masyarakat di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terdampak banjir, Kamis (21/5).

Dalam kunjungan itu, rektor Prof Dr Mujiburrahman berharap program preservasi naskah kuno di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat manuskrip Aceh memiliki nilai sejarah dan peradaban yang tinggi.

Ia menjelaskan, upaya penyelamatan naskah di Aceh telah dilakukan sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh melalui kerja sama dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Universitas Leipzig Jerman, Pemerintah Aceh, serta lembaga Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh.

Selain restorasi dan preservasi, pihak kampus juga menargetkan pembangunan basis data manuskrip Aceh sebagai pusat kajian naskah kuno Aceh dan Nusantara.

“Kampus siap membangun database naskah kuno sebagai pusat kajian manuskrip Aceh dan Nusantara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Konservasi Perpustakaan Nasional RI, Imam Supangat, mengatakan proses konservasi dimulai dari identifikasi tingkat kerusakan manuskrip.

Menurut dia, manuskrip kemudian dipilah berdasarkan metode perbaikan sebelum dilakukan pendataan dan treatment konservasi.

Ia menyebutkan sebagian manuskrip mengalami kerusakan akibat tingkat kelembapan tinggi yang memicu jamur dan membuat lembaran naskah saling menempel.

“Manuskrip terlebih dahulu dikeringkan melalui ruang pengeringan atau chamber,” kata Imam.
Selain itu, bagian manuskrip yang berlubang akan ditambal, sedangkan naskah yang mengandung kadar asam tinggi akan dinetralkan. Lembaran manuskrip yang terlepas juga dijahit kembali sebelum dibuatkan sampul dan kotak penyimpanan.

Setelah seluruh proses restorasi selesai, manuskrip akan diserahkan kembali kepada pemilik koleksi. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan UIN Padangsidimpuan Bahas Penguatan Jejaring Program Doktor Studi Islam

24 Juli 2026 - 15:11 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Raih Penghargaan Digitalisasi Manuskrip di ADIA 2026

24 Juli 2026 - 15:03 WIB

Kemkomdigi Peringatkan Operator untuk Pastikan Kepatuhan Registrasi Biometrik hingga Gerai

24 Juli 2026 - 13:11 WIB

Komdigi Hormati Putusan MK, Siap Kaji Aturan Pelindungan Sisa Kuota Internet

24 Juli 2026 - 13:08 WIB

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23 Juli 2026 - 22:52 WIB

Trending di News