Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

News

Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Sosialisasikan PMB 2026 ke Pidie dan Pidie Jaya

badge-check


					Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Sosialisasikan PMB 2026 ke Pidie dan Pidie Jaya Perbesar

BANDA ACEH — Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 ke sejumlah sekolah dan madrasah di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Sosialisasi berlangsung selama dua hari, 29–30 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar siswa tingkat akhir guna memperluas akses informasi jalur masuk perguruan tinggi, sekaligus memperkenalkan karakter keilmuan Ilmu Perpustakaan yang kian relevan di era digital.

Tim Prodi Ilmu Perpustakaan menyampaikan bahwa calon mahasiswa UIN Ar-Raniry dapat mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT–UTBK), maupun jalur seleksi reguler yang diselenggarakan universitas.

Selain menyambangi sekolah dan madrasah, sosialisasi juga dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan melibatkan ratusan guru PAI.

Dalam pemaparan, tim prodi menjelaskan bahwa jalur SNBP ditujukan bagi siswa berprestasi dengan rekam jejak akademik yang baik, sementara SNBT–UTBK berbasis tes nasional. Adapun jalur reguler mencakup seleksi berbasis tes SSE, prestasi, tahfidz, portofolio, serta jalur khusus lulusan Dayah yang memiliki Ijazah Mu’adalah yang teregister di Kementerian Agama

Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin MLIS, mengatakan kurikulum yang diterapkan telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengelolaan informasi modern.

“Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu kepustakawanan konvensional, tetapi juga kompetensi digital seperti pengelolaan arsip elektronik, metadata, literasi informasi, desain web dan manajemen konten hingga kecerdasan buatan untuk perpustakaan,” ujar Mukhtaruddin.

Ia menambahkan, lulusan Prodi Ilmu Perpustakaan diarahkan untuk berkarier sebagai pustakawan profesional, arsiparis, spesialis informasi, peneliti, maupun kurator digital di lembaga pendidikan, pemerintahan, dan sektor pengelolaan informasi lainnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FAH UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) antara mahasiswa yang diterima melalui jalur nasional dan jalur reguler.

“Penetapan UKT sepenuhnya berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku di UIN Ar-Raniry,” kata Nazaruddin.

UIN Ar-Raniry Banda Aceh saat ini berstatus akreditasi Unggul. Prodi Ilmu Perpustakaan FAH juga telah meraih akreditasi Unggul dengan penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

“Dengan akreditasi unggul dan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, prospek kerja lulusan Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry semakin terbuka,” ujar Nazaruddin.

Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, dan tahapan PMB 2026 dapat diakses melalui laman resmi admisi UIN Ar-Raniry dan kanal informasi resmi universitas. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News