Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi Wagub Aceh Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah di Aceh Selatan Persiraja Gelar Latihan Perdana 1 Agustus 2026 Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026 Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

News

Rektor UIN Ar-Raniry Dorong BSN Jadi Motor Penguatan Ekonomi Syariah

badge-check


					Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman menyerahkan Cendera Mata kepada Komisaris Utama BSN Prof Bahrullah Akbar sebagai Narasumber pada Kuliah Umum yang berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Kopelma Darussalam Banda Aceh, Selasa (19/5/2026). Perbesar

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman menyerahkan Cendera Mata kepada Komisaris Utama BSN Prof Bahrullah Akbar sebagai Narasumber pada Kuliah Umum yang berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Kopelma Darussalam Banda Aceh, Selasa (19/5/2026).

BANDA ACEH — Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg berharap Bank Syariah Nasional (BSN) mampu menjadi motor penguatan ekonomi syariah di Indonesia sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Harapan itu disampaikan saat membuka kuliah umum bersama Komisaris Utama BSN di Auditorium Prof Ali Hasyimi, Selasa, (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Mujiburrahman menyampaikan apresiasi atas transformasi kelembagaan yang dilakukan BSN. Menurut dia, proses perubahan berjalan baik tanpa menimbulkan gejolak berarti dan kini mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Kami menyampaikan tahniah atas transformasi kelembagaan yang berjalan lancar. Harapannya BSN terus tumbuh sehat, berkembang besar, dan menjadi bank kebanggaan Indonesia,” kata Mujiburrahman.

Ia mengatakan, kehadiran lembaga keuangan syariah semestinya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi instrumen kebaikan bagi masyarakat luas, terutama umat Islam. Karena itu, perguruan tinggi, kata dia, perlu terus membangun kemitraan strategis dengan industri keuangan syariah.

Menurut dia, penguatan ekonomi nasional dan stabilitas fiskal menjadi isu penting yang perlu dipahami kalangan mahasiswa. Karena itu, kuliah umum bertema fungsi keuangan negara dan ekonomi syariah dinilai relevan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai tantangan ekonomi global.

Ia menyoroti fluktuasi nilai tukar dolar AS yang berdampak langsung terhadap pembangunan nasional dan daya beli masyarakat. Jika nilai dolar terus meningkat, kata dia, tekanan terhadap perekonomian domestik juga akan semakin besar.

“Kita berharap berbagai persoalan ekonomi nasional dapat segera diatasi sehingga pembangunan tidak terganggu dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Melalui kuliah umum tersebut, Mujiburrahman berharap mahasiswa UIN Ar-Raniry semakin memahami fungsi anggaran negara, kebijakan fiskal, serta peran ekonomi syariah dalam pembangunan nasional. Ia juga mendorong mahasiswa menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi syariah di masa depan.

Sementara itu, Komisaris Utama BSN, Prof Dr Bahrullah Akbar MBA memaparkan materi bertajuk “Fungsi Keuangan Negara” yang membahas peran strategis kebijakan fiskal, moneter, dan pengelolaan keuangan negara dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam paparannya, Bahrullah menjelaskan bahwa teori keuangan negara mencakup pengelolaan sumber daya keuangan, kebijakan fiskal, pendapatan dan belanja negara, hingga pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut terdapat lima elemen penting dalam keuangan negara, yakni pendapatan negara, pengeluaran negara, utang publik, kebijakan fiskal, dan stabilitas ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya fungsi fiskal pemerintah melalui APBN dan APBD untuk mendukung pembangunan nasional, pemerataan kesejahteraan, serta menjaga stabilitas ekonomi.

Menurut dia, kebijakan fiskal tidak hanya berkaitan dengan penerimaan dan belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen distribusi dan stimulus ekonomi.

Selain itu, Bahrullah memaparkan hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter, termasuk peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan nasional. Ia turut menjelaskan konsep kekayaan negara yang dipisahkan, pengelolaan BUMN, hingga siklus penyusunan dan pelaksanaan APBN.

Mengakhiri kuliah umum, Bahrullah menegaskan pentingnya prinsip good governance dan akuntabilitas keuangan negara dalam pengelolaan anggaran publik. Ia menilai tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi utama untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

19 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

18 Juli 2026 - 21:12 WIB

TTI: Jangan Cuma Peringatan! Bongkar Tambang Ilegal hingga Otak di Baliknya

17 Juli 2026 - 08:20 WIB

Prodi Teknologi Informasi Paling Diminati pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026

15 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di News