Menu

Mode Gelap
Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran Arus Mudik Lebaran H+3 Lancar Mudik ke Seunuddon, Kak Na Santuni Anak Yatim dan Ziarah ke Makam Keluarga Klok Klaim Persib Punya Pengalaman di Jalur Juara Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

News

Rektor UIN Ar-Raniry Temui Mensos, Ajukan Bantuan bagi Mahasiswa Terdampak Banjir

badge-check


					IST Perbesar

IST

BANDA ACEH— Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg menemui Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Rabu, (28/1/2026). Pertemuan tersebut membahas permohonan bantuan bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak banjir dan terancam putus kuliah.

Berdasarkan pendataan internal kampus, sebanyak 3.531 mahasiswa tercatat berasal dari keluarga terdampak bencana hidrometeorologi. Sebagian orang tua mahasiswa kehilangan mata pencaharian, sementara lainnya masih berada di pengungsian sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anaknya.

“Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa tidak mungkin dibebani kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tanpa dukungan, mereka berpotensi menghentikan studi,” kata Mujiburrahman.

Menurut dia, dampak bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, beban ekonomi keluarga mahasiswa justru semakin berat, sementara perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 tetap berjalan dengan kewajiban akademik dan finansial.

UIN Ar-Raniry sebelumnya telah menyalurkan bantuan awal berupa biaya hidup sebesar Rp 200.000 per mahasiswa melalui Islamic Trust Fund (ITF). Bantuan tersebut bersifat sementara untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak pascabencana.

Untuk menjamin keberlanjutan studi mahasiswa terdampak, UIN Ar-Raniry mengajukan proposal bantuan untuk pembiayaan UKT, sewa tempat tinggal, biaya hidup, serta kebutuhan dasar penunjang perkuliahan.

Selain ke Kementerian Sosial, proposal serupa juga diajukan ke Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Mujiburrahman menilai keberlanjutan pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana. Menurut dia, risiko putus kuliah massal akan berdampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Aceh.

“Mahasiswa adalah investasi masa depan. Jika mereka berhenti kuliah karena bencana, dampaknya akan dirasakan bertahun-tahun ke depan,” ujarnya.

UIN Ar-Raniry berharap pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait dapat segera merespons usulan tersebut agar mahasiswa terdampak banjir tetap memperoleh hak atas pendidikan tinggi. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar

24 Maret 2026 - 01:32 WIB

Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

24 Maret 2026 - 01:29 WIB

Arus Mudik Lebaran H+3 Lancar

24 Maret 2026 - 01:24 WIB

Netanyahu Ketar Ketir Minta Bantuan Negara Lain Serang Iran

24 Maret 2026 - 01:02 WIB

Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026

23 Maret 2026 - 01:15 WIB

Trending di News