Menu ✖

Mode Gelap
Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox Stefano Cugurra Jadi Pelatih Baru Semen Padang FC Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya Buka Turnamen Piala Rektor 2026, Rektor UIN Ar-Raniry Ingatkan Sportivitas dan Waktu Salat

News

SAPA Apresiasi Bupati Bireuen Alihkan Anggaran Mobil Dinas untuk Bangun Rumah Dhuafa

badge-check


					SAPA Apresiasi Bupati Bireuen Alihkan Anggaran Mobil Dinas untuk Bangun Rumah Dhuafa Perbesar

BIREUEN – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) menyampaikan apresiasi atas keputusan Bupati Bireuen yang mengalihkan anggaran pembelian mobil dinas baru untuk membangun rumah bantuan bagi masyarakat miskin.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah yang berpihak pada kepentingan masyarakat kecil, di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menyatakan bahwa kebijakan ini patut menjadi contoh bagi bupati dan wali kota lain di Aceh.

Menurutnya, kebutuhan mendesak masyarakat, seperti tempat tinggal yang layak, seharusnya menjadi prioritas dibanding pengadaan fasilitas baru bagi pejabat.

“Kami sangat mengapresiasi keputusan Bupati Bireuen. Ini adalah kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kami berharap kepala daerah lain di Aceh juga melakukan hal serupa,” katanya. Kamis 20 Maret 2025.

“Jika memang mobil dinas baru dianggap perlu, pengadaannya sebaiknya bertahap dan realistis, misalnya satu unit per tahun, agar anggaran lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan rakyat,” tambahnya.

Fauzan menegaskan, pemimpin daerah harus lebih memprioritaskan kesejahteraan rakyat ketimbang kenyamanan pribadi. Ia berharap langkah ini menjadi awal perubahan kebijakan yang lebih pro-rakyat dan bisa diikuti oleh kepala daerah lain di seluruh Aceh.

“Masih banyak saudara kita di Aceh yang tinggal di rumah tak layak huni. Pemerintah harus hadir dan memberi solusi nyata. Kebijakan seperti yang dilakukan Bupati Bireuen ini patut kita dukung bersama dan menjadi contoh di kabupaten dan kota lain,” tambah Fauzan.

Menurut SAPA, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Aceh juga mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp 317,4 miliar. Pemotongan ini dipastikan akan berdampak langsung pada pembangunan ke depan.

Karena itu, para kepala daerah seharusnya lebih memprioritaskan kebutuhan rakyat, bukan justru mengutamakan pengadaan mobil dinas baru yang tidak mendesak.

“Kita berharap pemerintah kabupaten dan kota lainnya di Aceh mempertimbangkan ulang rencana pengadaan mobil dinas baru. Sebaiknya, anggaran tersebut dialihkan ke program yang lebih dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, seperti pembangunan rumah dhuafa, perbaikan infrastruktur, atau peningkatan layanan publik,” pintanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea

6 Oktober 2026 - 14:48 WIB

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

6 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox

6 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026

6 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Trending di News