Menu ✖

Mode Gelap
DPR Dorong Penguatan UMKM bagi PMI yang Kembali ke Tanah Air 60 Persen Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Tersangkut Kasus Narkotika Narkoba Disebut Sudah Masuk Gang di Bali, 92,5 Persen Tersangka WNI Komisi I DPR Soroti Kesiapan Tempur TNI AU Hadapi Perang Modern Mukarramah Beri Semangat Kontingen Aceh di Lomba Senam Kreasi Nasional Perwosi 2026 Dana Bencana Aceh Rp1,65 Triliun, Baru 30,16 Persen Terserap

Politik

Komisi I DPR Soroti Kesiapan Tempur TNI AU Hadapi Perang Modern

badge-check


					Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini saat mengikuti kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Landasan Udara Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (25/09/2026). Foto: Mahendra/Karisma Perbesar

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini saat mengikuti kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Landasan Udara Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (25/09/2026). Foto: Mahendra/Karisma

SURAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menyoroti pentingnya kesiapan tempur atau combat readiness prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menghadapi berbagai ancaman militer dan tantangan peperangan modern.

Hal itu disampaikan Amelia saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Landasan Udara Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2026).

Menurut Amelia, combat readiness tidak hanya berkaitan dengan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga mencakup kesiapan operasi, keandalan pemeliharaan, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga kemandirian industri pertahanan.

“Combat readiness tidak hanya penambahan alutsista, tetapi juga menyangkut bagaimana kesiapan operasi, kemudian keandalan pemeliharaan, kualitas sumber daya manusia sekaligus kemandirian industri pertahanan kita,” ujar Amelia.

Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut juga mengingatkan TNI AU agar terus mengoptimalkan strategi operasi penerbangan guna menghadapi perkembangan peperangan modern, termasuk ancaman siber dan perang multidomain.

“Optimalisasi penerbangan ini memang harus berjalan seiring dengan combat readiness, kemudian juga keselamatan penerbangan,” katanya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII itu menegaskan, peningkatan kemampuan pertahanan tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan jumlah dan jenis alutsista. Modernisasi alutsista harus diimbangi dengan kesiapan personel yang memiliki kemampuan, pengetahuan, serta pengalaman memadai.

Menurutnya, keberhasilan strategi dalam menghadapi situasi peperangan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alutsista, tetapi juga kualitas prajurit yang mengoperasikannya.

“Jadi bukan menambah jumlah dan jenis platformnya saja, tetapi harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang mampu mencetak personel memiliki combat readiness dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi operasi yang kompleks,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RUU Penyiaran Bahas Konten Digital, DPR Tegaskan Kebebasan Ekspresi Tetap Dijaga

26 September 2026 - 10:19 WIB

DPR Soroti 400 Jalur Tikus di Perbatasan Kalbar

26 September 2026 - 10:12 WIB

Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong Diminta Diusut

25 September 2026 - 19:28 WIB

Pembebasan Bersyarat Bechi Diminta Diperiksa Mendalam

25 September 2026 - 19:24 WIB

MKD DPR Tegaskan Etik Anggota Dewan Tak Pandang Jabatan dan Partai

24 September 2026 - 11:07 WIB

Trending di Politik