Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Pemerintahan

Sekda Aceh Hadiri Peresmian Bendungan Rukoh oleh Presiden Prabowo, Tonggak Baru Ketahanan Pangan Aceh

badge-check


					Sekda Aceh Hadiri Peresmian Bendungan Rukoh oleh Presiden Prabowo, Tonggak Baru Ketahanan Pangan Aceh Perbesar

Pidie – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menghadiri dan mengikuti secara langsung rangkaian peresmian Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Dari lokasi Bendungan Rukoh, Sekda Aceh bersama Forkopimda Aceh menyaksikan Presiden Prabowo meresmikan secara serentak lima bendungan strategis nasional, yakni Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Bendungan Sidan di Provinsi Bali, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Meninting di Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, menjamin ketersediaan air baku, mengendalikan banjir, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Lima bendungan tersebut dibangun sepanjang 2015 hingga 2025 dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun.

Presiden menjelaskan, kelima bendungan tersebut akan menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir di lahan seluas 932 hektare, serta mendukung pengembangan energi bersih melalui PLTA dan PLTS terapung. Infrastruktur tersebut juga didukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer yang akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian.

Bagi Aceh, Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur strategis yang akan memperkuat sistem irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, serta membuka peluang pengembangan energi terbarukan.

Usai mengikuti peresmian, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan bahwa rampungnya Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto merupakan langkah penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat pembangunan sektor pertanian di Aceh.

Menurut Sekda, Pemerintah Aceh siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat kedua bendungan tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Turut mendampingi Sekda Aceh dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Aceh, jajaran Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta para pemangku kepentingan lainnya yang mengikuti agenda peresmian Presiden dari kawasan Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh

21 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pj Sekda Aceh Ajak IKNR Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sabang Ajak Masyarakat Bangga dan Gunakan Produk UMKM Lokal

17 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kabut Asap Mulai Selimuti Banda Aceh, Warga Diminta Waspada

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan