Menu ✖

Mode Gelap
Jaga Adat dan Meringankan Beban Warga Gampong, Daniel A Wahab Bantu Perangkat Pelaminan untuk Alue Deah Teungoh Pesan PWI Barsela, “Jangan Kami Dimarjinalkan, Habis Manis Sepah Dibuang” Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh DPR Minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Perkuat Koordinasi Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027 Rektor UIN Ar-Raniry Titip Pesan ke Mahasiswa BEM SI: Jaga Perdamaian Aceh

Olahraga

Strategi Bola Mati Marcos Santos Berbuah Manis

badge-check


					pelatih Arema FC, Marcos Santos. Perbesar

pelatih Arema FC, Marcos Santos.

MALANG — Arema FC menunjukkan efektivitas luar biasa saat menaklukkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor 4-0 pada pekan pertama BRI Super League 2026/27. Atas perolehan tiga poin tersebut, menempatkan Arema FC di posisi puncak klasemen sementara.

Salah satu catatan menarik dari kemenangan tersebut karena keberhasilan memaksimalkan situasi bola mati. Dimana tiga dari empat gol Arema FC lahir melalui skema set piece.

Diego Landis membuka kontribusi dari situasi sepak pojok melalui sundulan. Gol ketiga yang dicetak Marcos Vinicius juga berawal dari skema bola mati, sementara Mauro Zijlstra menutup pesta gol Arema setelah memanfaatkan kemelut dari sepak pojok.

Sehingga keberhasilan Arema FC dalam memanfaatkan bola mati mengingatkan pada sejumlah tim Eropa yang dikenal memiliki variasi set piece, termasuk Arsenal.

“Mengenai bola mati, semua tim di dunia saat ini sepak bolanya sangat mirip. Jika memiliki variasi set piece yang berbeda, itu akan sangat membantu. Seperti yang anda katakan tentang Arsenal, kami tidak baru memulai ini sekarang,” ujar pelatih Arema FC, Marcos Santos.

Dia menjelaskan bahwa Arema FC secara rutin berlatih menghadapi berbagai situasi pertandingan. Persiapan dilakukan dengan mempertimbangkan karakter pemain yang dimiliki serta kemungkinan pendekatan yang akan digunakan lawan.

“Musim lalu kami menciptakan banyak peluang namun mungkin tidak berbuah gol. Kami melatih berbagai situasi di setiap sesi latihan, memikirkan lawan, pemain tinggi, pemain kecil, umpan pendek atau jauh. Pekerjaan ini sudah dimulai sejak musim lalu dan kami senang hari ini membuahkan hasil,” imbuhnya.

Selain efektivitas bola mati, laga perdana di BRI Super League 2026/27 juga menjadi panggung positif bagi dua pemain baru, Mauro Zijlstra dan Marcos Vinicius langsung mencetak gol.

Bagi Marcos Santos, gol perdana memiliki arti penting bagi pemain yang baru bergabung karena dapat meningkatkan kepercayaan diri. Mauro Zijlstra bahkan mencetak gol hanya beberapa menit setelah masuk sebagai pemain pengganti.

“Ini menunjukkan bahwa kami tepat dalam memilih pemain untuk musim ini. Namun, kami harus tetap rendah hati, ini baru pertandingan pertama,” kata Marcos Santos.

“Mengenai bola mati, Mauro sangat berpengalaman di Persija (sebelumnya) dan tim nasional. Penting bagi dia untuk mencetak gol demi kepercayaan dirinya dan tim. Dia belum 100 persen secara fisik, tapi kontribusinya sangat membantu,” pungkasnya.

Kemenangan atas Isenmulang FC menunjukkan salah satu senjata yang bisa diandalkan Arema FC musim ini. Namun, dia mengingatkan bahwa kompetisi baru saja dimulai dan setiap pertandingan akan menghadirkan tantangan yang berbeda.

Kini tim mengalihkan fokus persiapan untuk menjalani laga tandang pada pekan kedua BRI Super League 2026/27 melawan PSM Makassar, Minggu (13/9) mendatang.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Satu FC Juara Piala Rektor UIN Ar-Raniry 2026, Habib Cetak Gol Penalti di Akhir Laga

15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

Hiromu Tanaka Bidik Hattrick Usai Bawa PSS Sleman Kalahkan PSM

13 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Stjepan Loncar Jadi Kunci Persija Tekuk PSIM

12 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Madura United Bidik Empat Kemenangan Beruntun di Kandang Persik

8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Stefano Cugurra Jadi Pelatih Baru Semen Padang FC

6 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Trending di Olahraga