Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi Wagub Aceh Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah di Aceh Selatan Persiraja Gelar Latihan Perdana 1 Agustus 2026 Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026 Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

News

Tambang Ilegal Rusak Cagar Alam Jantho

badge-check


					Cagar Alam Jantho, Aceh Besar Perbesar

Cagar Alam Jantho, Aceh Besar

‎ACEH BESAR – Peringatan Hari Bumi yang seharusnya menjadi momentum refleksi justru berubah menjadi potret ironi di Aceh Besar. Di tengah seruan menjaga bumi, Ikatan Pemuda Jantho Lestari bersama Forum Jurnalis Lingkungan Aceh turun langsung ke lapangan, menggelar aksi protes terhadap maraknya tambang ilegal yang masuk kedalam wilayah Cagar Alam Jantho, Aceh Besar, Rabu (22/04/2026).

‎Aksi ini berlangsung di kawasan Krueng Jalin, yang kini berada di ambang kehancuran. Air yang dulunya jernih dan menjadi sumber kehidupan, kini berubah menjadi keruh pekat. Dalam kurun dua hingga tiga tahun terakhir, warna air tak lagi mencerminkan kehidupan melainkan tanda kerusakan yang terus dibiarkan.

‎Warga yang selama ini menggantungkan hidup dari sungai kini kehilangan mata pencaharian. Aktivitas ekonomi melemah, dan sektor wisata yang sudah tumbuh di kawasan ini kini mati suri akibat kualitas air yang kian memburuk.

‎Yusri, perwakilan Ikatan Pemuda Jantho Lestari menyebutkan kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

‎“Air Sungai Jalin sudah mulai keruh sejak tiga tahun lalu. Tapi hingga hari ini, tidak ada langkah serius yang benar-benar menghentikan kerusakan ini,” ujarnya.

‎Sementara itu, Koordinator Forum Jurnalis Lingkunga (FJL), Fauzul Munandar menegaskan bahwa kerusakan akibat tambang ilegal juga terjadi di kawasan Cagar Alam Jantho yang turut memberi dampak terhadap aliran Krueng Aceh.

‎“Perubahan kondisi Sungai Jalin dalam beberapa tahun terakhir sangat memprihatinkan. Ini bukan sekadar kerusakan lingkungan, tapi sudah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat, apalagi pemantauan yang kita lakukan kerusakan juga terjadi di dalam kawasan Cagar Alam Jantho”, tegasnya.

‎Ironisnya, hingga saat ini aktivitas tambang ilegal masih terus berlangsung tanpa penindakan tegas. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terhadap komitmen aparat penegak hukum dalam menangani kejahatan lingkungan yang kian terang-terangan terjadi.

‎“Jika dibiarkan, bukan hanya air sungai yang hilang, tapi masa depan masyarakat juga ikut terkubur bersama lumpur tambang,” tambah jurnalis Nusantara TV ini.

‎Sebagai bentuk penyelamatan sekaligus harapan, para peserta aksi tidak hanya menyuarakan protes, mereka juga melakukan penanaman puluhan pohon di sepanjang bantaran Sungai Jalin.

“Ini sebuah langkah kecil yang bisa kita lakukan, sembari terus bersuara di tengah kerusakan besar, juga menjadi simbol bahwa perjuangan untuk menyelamatkan lingkungan akan selalu ada,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

19 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

18 Juli 2026 - 21:12 WIB

TTI: Jangan Cuma Peringatan! Bongkar Tambang Ilegal hingga Otak di Baliknya

17 Juli 2026 - 08:20 WIB

Prodi Teknologi Informasi Paling Diminati pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026

15 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di News