Menu

Mode Gelap
Waspada Akun Facebook Palsu Catut Nama Mualem, Jangan Percaya Tawaran Bantuan Lewat Medsos Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Ingin Ketua DPD dari Internal OJK Dorong Peningkatan Kredit UMKM dan Perekonomian Daerah Taspen Ajak Peserta Lakukan Autentikasi di Awal Bulan Stok Pangan Strategis Aman dan Terkendali Jelang Ramadan 1447 H Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polda Aceh Gencarkan Edukasi

News

Terungkap! Peneror Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Ini Ancamannya

badge-check


					Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar yang diteror lewat telepon oleh pelaku yang mengaku dari Polresta Yogyakarta. (Foto: IG) Perbesar

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar yang diteror lewat telepon oleh pelaku yang mengaku dari Polresta Yogyakarta. (Foto: IG)

JAKARTA – Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar mendapat teror melalui telepon dari nomor yang tak dikenal. Pelaku teror tersebut mengaku sebagai aparat dan melayangkan ancaman penangkapan melalui sambungan telepon.

Advertisements
Ad 21

Aksi teror itu diungkap langsung Zainal Arifin Mochtar melalui unggahan akun Instagram pribadinya, @zainalarifinmochtar pada Jumat (2/1/2026). Akademisi yang akrab disapa Uceng ini mengaku dihubungi nomor tidak dikenal +62 838 17941429.

Dalam keterangannya, penelepon tersebut mengaku berasal dari Polresta Yogyakarta dan meminta Uceng segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan,” tulisnya dalam unggahan dikutip Sabtu (3/1/2026).

Uceng menjelaskan bahwa penelepon berbicara dengan nada intimidatif dan sengaja mengubah intonasi suara agar terkesan memiliki otoritas sebagai aparat penegak hukum. Dia juga mengaku teror semacam ini bukan kali pertama dialaminya.

“Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik,” tulisnya lagi.

Menurut Uceng, modus pelaku teror telepon tersebut merupakan bentuk penipuan yang mudah dikenali. Meski demikian, dia menyayangkan praktik serupa masih marak terjadi dan dinilai kurang mendapatkan penanganan serius.

“Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya,” tulisnya.

Uceng juga menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku agar tidak menjual nama institusi kepolisian untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek,” katanya.

Sumber: inews

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

OJK Dorong Peningkatan Kredit UMKM dan Perekonomian Daerah

4 Februari 2026 - 22:42 WIB

Taspen Ajak Peserta Lakukan Autentikasi di Awal Bulan

4 Februari 2026 - 22:38 WIB

Stok Pangan Strategis Aman dan Terkendali Jelang Ramadan 1447 H

4 Februari 2026 - 22:36 WIB

Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polda Aceh Gencarkan Edukasi

4 Februari 2026 - 22:21 WIB

UIN Ar-Raniry Jadi Kampus Riset Terbaik di Luar Jawa

4 Februari 2026 - 21:36 WIB

Trending di News