Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi Wagub Aceh Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah di Aceh Selatan Persiraja Gelar Latihan Perdana 1 Agustus 2026 Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026 Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

News

UIN Ar-Raniry Deklarasikan Kampus Anti Kekerasan Seksual

badge-check


					UIN Ar-Raniry Deklarasikan Kampus Anti Kekerasan Seksual Perbesar

BANDA ACEH— Pimpinan dan Sivitas Akademika UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendeklarasikan komitmen bersama anti kekerasan seksual di lingkungan kampus dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Selasa (20/5/2026).

Deklarasi yang diinisiasi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry itu dibacakan dan ditandatangani jajaran pimpinan universitas usai pelaksanaan upacara Harkitnas di Lapangan Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry.

Penandatanganan deklarasi dilakukan oleh Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, hingga Ketua Senat sebagai bentuk komitmen membangun kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

Dalam deklarasi tersebut, pimpinan UIN Ar-Raniry menegaskan komitmen terhadap pencegahan aktif kekerasan seksual, penerapan nol toleransi terhadap pelaku, perlindungan korban dan pelapor, hingga penegakan proses penanganan kasus secara objektif dan bebas intervensi.

Selain itu, seluruh pimpinan juga menyatakan siap menerima sanksi tegas sesuai aturan apabila terbukti melanggar komitmen yang telah disepakati.

Rektor Prof Dr Mujiburrahman mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dimaknai sebagai kebangkitan moral dan integritas kampus dalam melawan segala bentuk kekerasan seksual.

“Kampus ini harus menjadi tempat yang paling aman, paling nyaman, dan paling mulia bagi siapa saja untuk menuntut ilmu. UIN Ar-Raniry tidak boleh dan tidak akan pernah memberi ruang sekecil apa pun bagi pelaku kekerasan seksual,” tegas Mujiburrahman usai menandatangani Deklarasi UIN Ar-Raniry Anti Kekerasan Seksual.

Menurut dia, deklarasi tersebut bukan sekadar slogan, tetapi bentuk ketegasan pimpinan kampus dalam membangun lingkungan akademik yang bersih dari kekerasan dan pelecehan seksual.

Ia juga menegaskan pimpinan kampus akan berada di garis depan untuk melindungi korban serta menindak tegas pelaku kekerasan seksual.

“Jangan takut untuk melapor, jangan abai jika melihat, dan jangan pernah memberi toleransi pada tindakan yang merusak moral ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PSGA LP2M UIN Ar-Raniry Dr Nashriyah MA menyebut deklarasi tersebut menjadi simbol kebangkitan bersama civitas akademika dalam memutus rantai kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Ia mengapresiasi komitmen pimpinan universitas yang dinilai menunjukkan keberpihakan terhadap perlindungan korban dan penguatan sistem pencegahan kekerasan seksual.

“Ini adalah bukti komitmen nyata jajaran pimpinan untuk berdiri di garda terdepan dalam melindungi korban dan menindak tegas pelaku,” kata Nashriyah.

Deklarasi anti kekerasan seksual itu menjadi bagian dari penguatan budaya kampus berintegritas di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

19 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

18 Juli 2026 - 21:12 WIB

TTI: Jangan Cuma Peringatan! Bongkar Tambang Ilegal hingga Otak di Baliknya

17 Juli 2026 - 08:20 WIB

Prodi Teknologi Informasi Paling Diminati pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026

15 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di News