Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

UIN Ar-Raniry Dorong Reposisi Islam Asia Tenggara

badge-check


					UIN Ar-Raniry Dorong Reposisi Islam Asia Tenggara Perbesar

BANDA ACEH– UIN Ar-Raniry mendorong reposisi studi Islam Asia Tenggara agar tidak lagi dipandang sebagai pinggiran dari tradisi Islam global. Kawasan ini dinilai memiliki varian otentik yang lahir dari interaksi dengan sejarah, budaya, dan masyarakat setempat.

Hal itu mengemuka dalam Webinar Seri #9 Kajian Studi Islam yang digelar Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Jumat (12/9/2025).

Guru Besar UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof Dr Helmiati MAg, menyebutkan bahwa Islam Asia Tenggara perlu dilihat sebagai pusat yang melahirkan pengetahuan, bukan sekadar penerima pengaruh dari Timur Tengah.

“Islam di kawasan ini adalah varian otentik. Ia berkembang melalui interaksi dengan sejarah, budaya, dan masyarakat setempat. Jadi sama sahihnya dengan tradisi Islam di kawasan lain,” kata Helmiati.

Dalam paparannya, Helmiati menawarkan enam perspektif baru. Pertama, membebaskan diri dari paradigma Middle East-centric. Kedua, menekankan pendekatan interdisipliner, tidak hanya teologi dan fikih, tetapi juga antropologi, sosiologi, politik, hingga gender.

Ketiga, menempatkan Asia Tenggara dalam jejaring transnasional Islam. Keempat, mengangkat sarjana lokal sebagai produsen pengetahuan. Kelima, mengakui keunikan tradisi lokal sebagai bagian dari Islam global. Dan keenam, menegaskan Asia Tenggara sebagai penghasil pengetahuan yang memperkaya diskursus Islam dunia.

Helmiati menambahkan, praktik keagamaan lokal yang kerap dianggap kurang murni justru mencerminkan kreativitas masyarakat Asia Tenggara.

“Kontribusi kawasan ini nyata, terutama dalam hal demokrasi, moderasi, dan resolusi konflik,” ujarnya.

Webinar ini dipandu Hermansyah MTh MHum dan dibuka oleh Ketua Prodi Doktor Studi Islam UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal MAg. Acara turut dihadiri mahasiswa Program S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutannya, Syamsul Rijal menekankan pentingnya meninjau ulang studi Islam Asia Tenggara dengan perspektif baru. Ia menyebut pertemuan antara Islam global dan lokal sejak awal telah membentuk corak keagamaan yang khas di kawasan Melayu dan bekas India Belanda.

“Karena itu diperlukan pendekatan baru untuk memahami Islam Asia Tenggara,” kata Syamsul.

Lebih lanjut, Syamsul menegaskan bahwa kajian Islam Asia Tenggara diharapkan mampu menghasilkan konsep “Islam Berkemajuan” sebagai representasi dari upaya sinkretisme dengan budaya lokal, sehingga substansi keislaman dapat memberikan narasi alternatif yang damai dan inklusif, berbeda dari interpretasi manapun sebelumnya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News