Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

News

Isbat Ramadan Digelar 28 Februari

badge-check


					Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs. Azhari, M.Si., Perbesar

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs. Azhari, M.Si.,

ACEHSIBER.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melakukan pengamatan rukyatul hilal 1 Ramadhan 1446 Hijriah/2025 M di enam lokasi yang tersebar di beberapa wilayah Aceh.

Enam lokasi tersebut meliputi Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar; Tugu 0 Km-Kota Sabang; Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas-Lhokseumawe; Pantai Lhokgeulumpang Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya; POB Suak Geudubang Aceh Barat, dan Pantai Nancala Teupah Barat, Simeulue.

Untuk pemantauan, Kemenag Aceh sudah mempersiapkan 6 (enam) teleskop astronomi Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar dan pengamatan terbuka untuk umum.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs. Azhari, M.Si., mengatakan pengamatan hilal dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta, Jumat 28 Februari 2025.

“Pemantauan menggunakan teleskop astronomi serta beberapa instrumen lainnya, dimulai setelah shalat Ashar pada Jumat, dan akan didahului dengan pemaparan Posisi Hilal yang disampaikan Tim Hisab Rukyat dan ahli astronomi Aceh,” kata Azhari.

Ia mengatakan pengumuman hasil pengamatan akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sidang isbat, setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh daerah se-Indonesia.

“Pengumuman hasil pemantauan hilal akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama dalam sidang isbat, setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh Indonesia, maka diharapkan masyarakat menunggu penetapan awal bulan Ramadhan 1446 H oleh pemerintah pada Jumat, 28 Februari sekitar pukul 19.30 WIB ” katanya.

Azhari mengharapkan jika nantinya muncul perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriah, maka jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan antara umat Muslim di daerah Tanah Rencong serta jadikan perbedaan itu sebagai rahmah yang bermuarakan pada toleransi dalam pelaksanaan ibadah.

“Bila ada perbedaan, tetap saling menghargai dan menghormati, karena semua ada landasan masing-masing,” katanya.

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, SHI., MH. mengatakan rukyat dilakukan oleh tim Kemenag dan beberapa tim dari ormas Islam maupun dayah/pesantren di seluruh Aceh.

Ia menjelaskan, bahwa pada saat rukyat nantinya ketinggian hilal berada 4,68 derajat di atas ufuk, dengan elongasi geosentrik bulan dan matahari sekitar 6,4 derajat serta elongasi toposentrik 5,4 derajat.

Lama hilal dapat dirukyat sekitar 22 menit setelah terbenam matahari, dengan cahaya bulan sudah 0,22 persen.

“Bagi yang ingin rukyat mandiri, dapat melihat ke barat dengan arah 263 derajat dengan ketinggian hilal 4,68 derajat ketika matahari terbenam, hingga 22 menit setelahnya,” urainya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News