Menu

Mode Gelap
Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor 76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

News

Isbat Ramadan Digelar 28 Februari

badge-check


					Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs. Azhari, M.Si., Perbesar

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs. Azhari, M.Si.,

ACEHSIBER.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melakukan pengamatan rukyatul hilal 1 Ramadhan 1446 Hijriah/2025 M di enam lokasi yang tersebar di beberapa wilayah Aceh.

Enam lokasi tersebut meliputi Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar; Tugu 0 Km-Kota Sabang; Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas-Lhokseumawe; Pantai Lhokgeulumpang Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya; POB Suak Geudubang Aceh Barat, dan Pantai Nancala Teupah Barat, Simeulue.

Untuk pemantauan, Kemenag Aceh sudah mempersiapkan 6 (enam) teleskop astronomi Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar dan pengamatan terbuka untuk umum.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs. Azhari, M.Si., mengatakan pengamatan hilal dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta, Jumat 28 Februari 2025.

“Pemantauan menggunakan teleskop astronomi serta beberapa instrumen lainnya, dimulai setelah shalat Ashar pada Jumat, dan akan didahului dengan pemaparan Posisi Hilal yang disampaikan Tim Hisab Rukyat dan ahli astronomi Aceh,” kata Azhari.

Ia mengatakan pengumuman hasil pengamatan akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sidang isbat, setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh daerah se-Indonesia.

“Pengumuman hasil pemantauan hilal akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama dalam sidang isbat, setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh Indonesia, maka diharapkan masyarakat menunggu penetapan awal bulan Ramadhan 1446 H oleh pemerintah pada Jumat, 28 Februari sekitar pukul 19.30 WIB ” katanya.

Azhari mengharapkan jika nantinya muncul perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriah, maka jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan antara umat Muslim di daerah Tanah Rencong serta jadikan perbedaan itu sebagai rahmah yang bermuarakan pada toleransi dalam pelaksanaan ibadah.

“Bila ada perbedaan, tetap saling menghargai dan menghormati, karena semua ada landasan masing-masing,” katanya.

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, SHI., MH. mengatakan rukyat dilakukan oleh tim Kemenag dan beberapa tim dari ormas Islam maupun dayah/pesantren di seluruh Aceh.

Ia menjelaskan, bahwa pada saat rukyat nantinya ketinggian hilal berada 4,68 derajat di atas ufuk, dengan elongasi geosentrik bulan dan matahari sekitar 6,4 derajat serta elongasi toposentrik 5,4 derajat.

Lama hilal dapat dirukyat sekitar 22 menit setelah terbenam matahari, dengan cahaya bulan sudah 0,22 persen.

“Bagi yang ingin rukyat mandiri, dapat melihat ke barat dengan arah 263 derajat dengan ketinggian hilal 4,68 derajat ketika matahari terbenam, hingga 22 menit setelahnya,” urainya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak

29 Juni 2026 - 11:05 WIB

76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL

28 Juni 2026 - 16:43 WIB

PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah

28 Juni 2026 - 16:39 WIB

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Trending di News