Menu

Mode Gelap
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

Politik

Golkar Aceh Harus Dipimpin Sosok Berintegritas, Loyalitas, dan Berkapasitas

badge-check


					Ahmad Haeqal Asri, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Aceh Perbesar

Ahmad Haeqal Asri, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Aceh

BANDA ACEH– Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Aceh, tuntutan akan kepemimpinan yang berintegritas, loyal, dan berkapasitas semakin mengemuka.

Ahmad Haeqal Asri, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Aceh, menegaskan bahwa partai membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya mampu mengemban visi organisasi, tetapi juga konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai dasar Golkar sebagai the party of ideas.

“Golkar Aceh harus dipimpin oleh figur yang berintegritas tinggi, loyal pada ideologi partai, dan memiliki kapasitas memadai untuk menjawab tantangan zaman. Ketiga aspek ini tidak bisa ditawar karena menjadi fondasi bagi keberlangsungan partai, Kaderisasi dan kesetiaan pada ideologi jadi kunci menghadapi tantangan politik” ujar Haeqal saat dihubungi, Jumat (16/05/2025).

Menurutnya, sebagai partai yang mengusung semangat the party of ideas, Golkar harus kembali ke akar sejarahnya sebagai wadah berkumpulnya para pemikir dan praktisi yang berorientasi pada solusi konkret bagi masyarakat.

“Golkar lahir dari tradisi intelektual yang kuat. Karena itu, kepemimpinan di Aceh harus dipegang oleh kader yang mampu menerjemahkan ide-ide progresif ke dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan rakyat,” tambahnya.

Haeqal menekankan, integritas menjadi syarat utama guna menghindari praktik politik yang merusak citra partai. “Integritas adalah benteng dari kepentingan pragmatis jangka pendek. Pemimpin yang berintegritas akan menjaga marwah partai, bukan mengorbankannya untuk ambisi pribadi,” tegasnya.

Loyalitas, lanjut dia, bukan sekadar ketaatan struktural, melainkan kesetiaan pada prinsip dan platform perjuangan Golkar. “Loyalitas diuji ketika ada godaan kekuasaan atau tekanan eksternal. Pemimpin harus memastikan setiap keputusan sejalan dengan ideologi partai, bukan kepentingan sempit,” papar Haeqal.

Sementara kapasitas leadership dinilai krusial untuk membawa Golkar Aceh bersaing di panggung politik nasional. “Kita butuh pemimpin yang melek teknologi, memahami dinamika generasi muda, dan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak tanpa kehilangan identitas partai,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa proses kaderisasi yang sistematis menjadi kunci regenerasi kepemimpinan. “Kami terus mendorong program pelatihan dan penguatan kapasitas kader muda agar siap memikul tanggung jawab. Golkar harus tetap relevan dengan mengedepankan meritokrasi,” jelas Haeqal.

Terkait Musda yang akan datang, Haeqal berharap seluruh kader bersatu memilih pemimpin yang memenuhi kriteria tersebut. “Ini momentum untuk memperkuat internal sekaligus memastikan Golkar Aceh tetap menjadi garda terdepan dalam berkontribusi untuk masyarakat, sesuai semangat the party of ideas,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri

6 Mei 2026 - 13:23 WIB

Pernyataan Rampok Dana JKA, Jubir Pemerintah Aceh: Terlalu Semena-mena

1 Mei 2026 - 00:17 WIB

Gelar RDPU, Dewan Banda Aceh Tampung Aspirasi Warga

1 Mei 2026 - 00:02 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Pengawasan Diperketat

29 April 2026 - 14:06 WIB

Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

27 April 2026 - 19:57 WIB

Trending di Politik