Menu

Mode Gelap
Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu BSN Championship 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp175 Juta, Abeh Ubee Abeh! Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri

Pemerintahan

Bupati Aceh Besar Berikan Pembekalan untuk 1800 Mahasiswa KKN Reguler XXVI dan Literasi USK Tahun 2025

badge-check


					Bupati Aceh Besar Muharram Idris menjadi pemateri pada pembekalan KKN Mahasiswa USK periode XXVI di Hall Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (16/6/2025). FOTO/MC ACEH BESAR Perbesar

Bupati Aceh Besar Muharram Idris menjadi pemateri pada pembekalan KKN Mahasiswa USK periode XXVI di Hall Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (16/6/2025). FOTO/MC ACEH BESAR

BANDA ACEH – Sekitar 1.800 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXVI dan Literasi tahun 2025 di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Sebagai bentuk dukungan dan arahan langsung, Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, hadir memberikan pembekalan kepada para mahasiswa dalam kegiatan yang digelar di Hall Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (16/6/2025).

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, yang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa total mahasiswa peserta KKN mencapai lebih dari 2.800 orang, dengan sekitar 1.800 di antaranya akan ditempatkan di delapan kecamatan di Aceh Besar, seperti Darul Imarah, Darul Kamal, Peukan Bada, Lhoknga, Ingin Jaya, Leupung, Lhoong, serta kelompok pengabdian dari BEM USK.

Dalam paparannya, Bupati Aceh Besar menyampaikan rasa bangganya bisa berhadapan langsung untuk pertama kalinya dengan para mahasiswa USK. “Ini pertama sekali saya bertatap muka langsung dengan adik-adik mahasiswa USK. Sebenarnya keinginan ini sudah lama, tapi baru kali ini terwujud. Jujur saja, saya sempat gemetar, karena ini pertama kali,” ungkapnya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Namun suasana hangat tersebut segera berubah serius saat Syech Muharram menyinggung isu terkini tentang berpindahnya administrasi empat pulau dari Aceh ke Sumatera Utara. Ia menilai keputusan tersebut berpotensi mencederai semangat perdamaian yang telah terjalin pasca MoU Helsinki 2005.

“Kenapa baru 20 tahun damai, wilayah Aceh sudah diberikan ke provinsi lain? Jangan sampai kedamaian ini ternodai oleh keputusan pemerintah pusat. Kalau pulau itu tidak dikembalikan, jangan salahkan rakyat Aceh jika kehilangan kepercayaan kepada pemerintah pusat,” tegasnya.

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK)

Ia pun mengingatkan agar pemerintah pusat tidak “mengotak-atik” Aceh. “Kita di Aceh menjaga perdamaian ini dengan hati-hati. Jangan hancurkan kepercayaan rakyat. Jangan buat gaduh. Hargai perdamaian ini.”

Bupati juga membagikan pengalamannya semasa muda, mulai dari pendidikan di SD, SMP, hingga STM dan perjuangan merintis karier sejak usia belia. Menurutnya, dunia pendidikan dan pola asuh saat ini mengalami banyak perubahan dibanding generasi sebelumnya. Ia menyoroti peran teknologi yang begitu masif hingga masuk ke rumah tangga dan menjangkau anak-anak balita.

Lebih lanjut, Syech Muharram menggarisbawahi tantangan pembangunan daerah, terutama di sektor pertanian dan UMKM, yang menjadi ladang pengabdian potensial bagi para mahasiswa. Ia menyebutkan bahwa saat ini Aceh Besar memiliki 25 ribu hektar lahan siap tanam dan menduduki urutan kedua setelah Aceh Utara.

Namun, menurutnya, hanya delapan kecamatan yang sudah teraliri sistem irigasi, sedangkan lainnya masih mengandalkan tadah hujan. “Yang lebih pahit lagi, saat air dikuasai oleh segelintir orang, yang menahan air di atas tanpa peduli nasib petani di bawah. Ini realitas yang semoga bisa adik-adik bantu selesaikan saat turun ke lapangan nanti,” katanya.

Syech juga menyoroti persoalan pemasaran hasil pertanian dan produk UMKM. “Petani kita itu semangat menanam, tapi saat panen mereka trauma. Hasil melimpah, tapi tak tahu dijual ke mana.

Begitu juga di Lhoknga, hampir semua rumah bikin kue lebaran, tapi akhirnya rugi karena tak tahu cara memasarkannya,” ucapnya.

Ia pun berharap mahasiswa KKN bisa hadir sebagai agen perubahan, membantu menyambungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas, sekaligus memberdayakan masyarakat desa secara berkelanjutan.

“KKN bukan sekadar kegiatan akademik. Ini adalah panggilan pengabdian. Adik-adik semua punya peran untuk membuktikan bahwa ilmu itu harus hadir di tengah masyarakat,” pesannya.

Dengan mengusung tema “Revitalisasi dan Komersialisasi Produk Unggulan Gampong”, kegiatan KKN tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga jalan pengabdian konkret dalam mendorong transformasi ekonomi dan sosial masyarakat Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat USK, Dra. Sulatri, M.Si, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Bupati Aceh Besar atas partisipasinya dalam memberikan pembekalan. Hadir pula Kepala Pusat Pengembangan dan P3KKN USK, Drs. Zulfitri, Kadis PMG Aceh Besar Carbaini S.Ag, Kepala Bappeda Aceh Besar Rahmawati S.Pd, M.Pd., serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, para dekan serta para mahasiswa KKN.()

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

8 Mei 2026 - 23:50 WIB

Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

8 Mei 2026 - 23:46 WIB

Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

5 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA untuk Layanan Kesehatan Berkelanjutan

5 Mei 2026 - 22:57 WIB

Gubernur Aceh Tekankan Percepatan Eksekusi Program dalam Rapim Mei 2026

5 Mei 2026 - 22:54 WIB

Trending di Pemerintahan