Menu

Mode Gelap
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

Politik

KPK Tak Bakal Berani Tangkap Bobby, Muslim: Kalau Sudah Menyangkut Keluarga Jokowi Semua Mendadak Buta dan Tuli

badge-check


					Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution Perbesar

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution

JAKARTA – Pengamat politik Muslim Arbi melontarkan pernyataan keras terkait dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting (TOP).

Dalam keterangannya, Muslim menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan berani menyentuh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang merupakan menantu dari mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Topan adalah orang kepercayaan Bobby. Dan Bobby adalah bagian dari lingkaran keluarga Jokowi. Sampai kiamat pun, saya yakin KPK tidak akan berani menangkap Bobby Nasution,” tegas Muslim Arbi kepada Radar Aktual, Selasa (1/7/2025).

Muslim menduga ada kekuatan politik besar yang melindungi Bobby dari jeratan hukum. Ia menyebut KPK sudah berubah menjadi lembaga yang tunduk pada kekuasaan, bukan lagi independen seperti cita-cita awalnya.

“Kalau rakyat biasa, KPK bisa langsung bertindak. Tapi kalau sudah menyangkut keluarga Jokowi, semua seolah-olah mendadak buta dan tuli,” kata Muslim.

Dugaan keterlibatan Bobby mencuat setelah Topan Obaja Putra Ginting, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Gubernur Sumut, terseret dalam kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di lingkungan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari KPK yang menyebut nama Bobby secara langsung dalam kasus tersebut. Namun Muslim menilai, keengganan KPK menyelidiki lebih jauh justru semakin memperkuat dugaan bahwa lembaga antirasuah tersebut kini berada dalam cengkeraman kekuasaan.

“Jangan berharap keadilan dari KPK jika pelakunya adalah bagian dari lingkar kekuasaan. Publik sudah sangat paham itu,” tandasnya.

Sumber: radaraktual

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri

6 Mei 2026 - 13:23 WIB

Pernyataan Rampok Dana JKA, Jubir Pemerintah Aceh: Terlalu Semena-mena

1 Mei 2026 - 00:17 WIB

Gelar RDPU, Dewan Banda Aceh Tampung Aspirasi Warga

1 Mei 2026 - 00:02 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Pengawasan Diperketat

29 April 2026 - 14:06 WIB

Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

27 April 2026 - 19:57 WIB

Trending di Politik