Menu

Mode Gelap
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu BSN Championship 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp175 Juta, Abeh Ubee Abeh! Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

News

82 Guru PAI di Pidie Ikuti Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

badge-check


					82 Guru PAI di Pidie Ikuti Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Perbesar

PIDIE – Sebanyak 82 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Pidie mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah yang digelar selama empat hari, mulai Jumat (11/7/2025) hingga Senin (14/7/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) dan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Para peserta dibagi ke dalam dua angkatan. Angkatan II mengikuti pelatihan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pidie, sementara Angkatan III berlangsung di Aula MAN 1 Pidie.

Plt Kepala Kantor Kemenag Pidie, Drs Saifuddin, saat membuka kegiatan menyampaikan pentingnya peran guru, khususnya guru PAI, dalam menghidupkan kembali fungsi perpustakaan di sekolah.

“Tugas Bapak dan Ibu bukan hanya mengajar, tetapi juga menciptakan perpustakaan yang hidup dan relevan. Guru harus mendorong minat baca dan menyusun materi keagamaan yang kontekstual,” ujar Saifuddin.

Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin MLIS menekankan perlunya transformasi digital dalam pengelolaan perpustakaan sekolah.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Perpustakaan harus menyediakan akses informasi selama 24 jam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.

Mukhtaruddin juga mengajak guru PAI untuk aktif dalam mendukung gerakan literasi sekolah. Menurutnya, keberadaan guru sangat strategis dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran berbasis informasi.

Sementara itu, Sekretaris DPW AGPAII Aceh, Muhammad Yani MAg menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi guru PAI.

“Kami mendorong guru PAI menjadi motor penggerak literasi sekolah melalui pengelolaan perpustakaan sesuai standar nasional. Sinergi dengan perguruan tinggi seperti UIN Ar-Raniry menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Yani.

Sebelumnya, pelatihan serupa untuk Angkatan I telah lebih dulu digelar pada 10–13 Juli 2025 di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pidie Jaya, yang diikuti puluhan guru dari wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan Bimtek Angkatan IV yang dijadwalkan berlangsung pada 17–20 Juli 2025 di Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Selain dosen Prodi Ilmu Perpustakaan, pelatihan juga menghadirkan pustakawan UIN Ar-Raniry serta alumni yang tergabung dalam Aceh Library Consultant (ALC) sebagai narasumber dan instruktur.

Materi pelatihan mencakup delapan topik utama, mulai dari kebijakan pengelolaan, manajemen koleksi, hingga keterampilan teknis seperti katalogisasi, klasifikasi, dan pemanfaatan teknologi informasi. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

Trending di News