Menu

Mode Gelap
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu BSN Championship 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp175 Juta, Abeh Ubee Abeh! Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

News

UIN Ar-Raniry Dorong Reposisi Islam Asia Tenggara

badge-check


					UIN Ar-Raniry Dorong Reposisi Islam Asia Tenggara Perbesar

BANDA ACEH– UIN Ar-Raniry mendorong reposisi studi Islam Asia Tenggara agar tidak lagi dipandang sebagai pinggiran dari tradisi Islam global. Kawasan ini dinilai memiliki varian otentik yang lahir dari interaksi dengan sejarah, budaya, dan masyarakat setempat.

Hal itu mengemuka dalam Webinar Seri #9 Kajian Studi Islam yang digelar Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Jumat (12/9/2025).

Guru Besar UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof Dr Helmiati MAg, menyebutkan bahwa Islam Asia Tenggara perlu dilihat sebagai pusat yang melahirkan pengetahuan, bukan sekadar penerima pengaruh dari Timur Tengah.

“Islam di kawasan ini adalah varian otentik. Ia berkembang melalui interaksi dengan sejarah, budaya, dan masyarakat setempat. Jadi sama sahihnya dengan tradisi Islam di kawasan lain,” kata Helmiati.

Dalam paparannya, Helmiati menawarkan enam perspektif baru. Pertama, membebaskan diri dari paradigma Middle East-centric. Kedua, menekankan pendekatan interdisipliner, tidak hanya teologi dan fikih, tetapi juga antropologi, sosiologi, politik, hingga gender.

Ketiga, menempatkan Asia Tenggara dalam jejaring transnasional Islam. Keempat, mengangkat sarjana lokal sebagai produsen pengetahuan. Kelima, mengakui keunikan tradisi lokal sebagai bagian dari Islam global. Dan keenam, menegaskan Asia Tenggara sebagai penghasil pengetahuan yang memperkaya diskursus Islam dunia.

Helmiati menambahkan, praktik keagamaan lokal yang kerap dianggap kurang murni justru mencerminkan kreativitas masyarakat Asia Tenggara.

“Kontribusi kawasan ini nyata, terutama dalam hal demokrasi, moderasi, dan resolusi konflik,” ujarnya.

Webinar ini dipandu Hermansyah MTh MHum dan dibuka oleh Ketua Prodi Doktor Studi Islam UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal MAg. Acara turut dihadiri mahasiswa Program S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Dalam sambutannya, Syamsul Rijal menekankan pentingnya meninjau ulang studi Islam Asia Tenggara dengan perspektif baru. Ia menyebut pertemuan antara Islam global dan lokal sejak awal telah membentuk corak keagamaan yang khas di kawasan Melayu dan bekas India Belanda.

“Karena itu diperlukan pendekatan baru untuk memahami Islam Asia Tenggara,” kata Syamsul.

Lebih lanjut, Syamsul menegaskan bahwa kajian Islam Asia Tenggara diharapkan mampu menghasilkan konsep “Islam Berkemajuan” sebagai representasi dari upaya sinkretisme dengan budaya lokal, sehingga substansi keislaman dapat memberikan narasi alternatif yang damai dan inklusif, berbeda dari interpretasi manapun sebelumnya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

Trending di News