Menu ✖

Mode Gelap
Mukarramah Beri Semangat Kontingen Aceh di Lomba Senam Kreasi Nasional Perwosi 2026 Dana Bencana Aceh Rp1,65 Triliun, Baru 30,16 Persen Terserap Dede Adistira Terpilih Aklamasi Pimpin IPAU Banda Aceh Aldo Claudio Merapat, Garudayaksa FC Perkuat Tembok Pertahanan Pansus DPR Dorong Batas Jelas Penggunaan AI dalam Desain Industri Dua Pelajar Diduga Curi Dua Motor di Banda Aceh

News

Literasi Ekonomi Jadi Kunci Hadapi Era Pasca-Minyak

badge-check


					Literasi Ekonomi Jadi Kunci Hadapi Era Pasca-Minyak Perbesar

JAKARTA – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg menegaskan pentingnya literasi ekonomi sebagai bekal menghadapi era pasca-minyak.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam soft launching buku “Era Mutiara: Dari Kemiskinan Menuju Kemakmuran” di ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Buku yang ditulis tim Pusat Trends untuk Riset dan Konsultasi ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh dosen UIN Ar-Raniry, Dr Muqni Affan Abdullah, Lc., MA.

Karya tersebut mengulas perjalanan panjang Uni Emirat Arab (UEA) dari masa pra-mutiara, kejayaan industri mutiara, keruntuhannya, hingga bergantung pada minyak sebagai sumber ekonomi utama.

Menurut Mujiburrahman, pesan utama buku ini relevan bagi Indonesia, termasuk Aceh, dalam merancang strategi pembangunan jangka panjang.

“Kita harus belajar dari pengalaman UEA. Berakhirnya era minyak tidak boleh menjadi krisis baru, tetapi momentum untuk menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan. Literasi ekonomi menjadi kunci agar masyarakat siap menghadapi transformasi itu,” ujarnya.

Mujiburrahman juga mengapresiasi Dr Sultan Faisal Al-Remethi, Direktur Trends Research & Advisory, yang memberi kesempatan kepada UIN Ar-Raniry untuk menerjemahkan karya tersebut.

“Kami bangga dosen UIN Ar-Raniry diberi amanah menghadirkan buku ini dalam bahasa Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam mengembangkan literasi dan membuka ruang dialog global,” tambahnya.

Sementara itu, penerjemah buku, Dr Muqni Affan, menjelaskan Era Mutiara terdiri atas enam bab yang memaparkan analisis komprehensif tentang dinamika ekonomi UEA. Harapannya, pengalaman tersebut bisa menjadi rujukan penting bagi Indonesia dalam menghadapi transisi energi di masa depan.

Adapun enam bab utama buku ini mencakup masa pra-mutiara di kawasan Emirat dan sejarah industri mutiara, aspek ekonomi era mutiara, mulai dari regulasi, investasi, hingga infrastruktur pasar, dampak sosial-budaya era mutiara, termasuk peran perempuan dan perubahan sosial.

Kemudian runtuhnya industri mutiara pada 1920–1960-an serta dampaknya pada ekonomi dan masyarakat, penemuan minyak dan perannya sebagai pengganti industri mutiara dan persiapan UEA menghadapi era pasca-minyak. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dede Adistira Terpilih Aklamasi Pimpin IPAU Banda Aceh

26 September 2026 - 21:05 WIB

Pansus DPR Dorong Batas Jelas Penggunaan AI dalam Desain Industri

26 September 2026 - 20:57 WIB

Dua Pelajar Diduga Curi Dua Motor di Banda Aceh

26 September 2026 - 10:39 WIB

Irwansyah Advokasi Pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin

26 September 2026 - 10:23 WIB

Gelapkan Motor Milik Anggota TNI, Pria 24 Tahun Diamankan Polresta Banda Aceh

25 September 2026 - 19:45 WIB

Trending di News