Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Literasi Ekonomi Jadi Kunci Hadapi Era Pasca-Minyak

badge-check


					Literasi Ekonomi Jadi Kunci Hadapi Era Pasca-Minyak Perbesar

JAKARTA – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg menegaskan pentingnya literasi ekonomi sebagai bekal menghadapi era pasca-minyak.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam soft launching buku “Era Mutiara: Dari Kemiskinan Menuju Kemakmuran” di ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Buku yang ditulis tim Pusat Trends untuk Riset dan Konsultasi ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh dosen UIN Ar-Raniry, Dr Muqni Affan Abdullah, Lc., MA.

Karya tersebut mengulas perjalanan panjang Uni Emirat Arab (UEA) dari masa pra-mutiara, kejayaan industri mutiara, keruntuhannya, hingga bergantung pada minyak sebagai sumber ekonomi utama.

Menurut Mujiburrahman, pesan utama buku ini relevan bagi Indonesia, termasuk Aceh, dalam merancang strategi pembangunan jangka panjang.

“Kita harus belajar dari pengalaman UEA. Berakhirnya era minyak tidak boleh menjadi krisis baru, tetapi momentum untuk menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan. Literasi ekonomi menjadi kunci agar masyarakat siap menghadapi transformasi itu,” ujarnya.

Mujiburrahman juga mengapresiasi Dr Sultan Faisal Al-Remethi, Direktur Trends Research & Advisory, yang memberi kesempatan kepada UIN Ar-Raniry untuk menerjemahkan karya tersebut.

“Kami bangga dosen UIN Ar-Raniry diberi amanah menghadirkan buku ini dalam bahasa Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam mengembangkan literasi dan membuka ruang dialog global,” tambahnya.

Sementara itu, penerjemah buku, Dr Muqni Affan, menjelaskan Era Mutiara terdiri atas enam bab yang memaparkan analisis komprehensif tentang dinamika ekonomi UEA. Harapannya, pengalaman tersebut bisa menjadi rujukan penting bagi Indonesia dalam menghadapi transisi energi di masa depan.

Adapun enam bab utama buku ini mencakup masa pra-mutiara di kawasan Emirat dan sejarah industri mutiara, aspek ekonomi era mutiara, mulai dari regulasi, investasi, hingga infrastruktur pasar, dampak sosial-budaya era mutiara, termasuk peran perempuan dan perubahan sosial.

Kemudian runtuhnya industri mutiara pada 1920–1960-an serta dampaknya pada ekonomi dan masyarakat, penemuan minyak dan perannya sebagai pengganti industri mutiara dan persiapan UEA menghadapi era pasca-minyak. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News