Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Jenazah Adam Malik Eks Libya Tiba di Aceh

badge-check


					Jenazah Adam Malik Eks Libya Tiba di Aceh Perbesar

BANDA ACEH — Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pagi ini, Kamis 16 Oktober 2025, saat jenazah almarhum Adam Malik, salah seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) alumni pelatihan militer di Libya, tiba di tanah kelahirannya.

Kedatangan jenazah disambut langsung oleh Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Zakaria M. Yacob atau yang akrab disapa Bang Jack Libya, bersama sejumlah eks kombatan GAM lainnya. Mereka dengan khidmat menyambut kepulangan terakhir rekan seperjuangan yang telah wafat dua hari lalu.

Bang Jack menyampaikan bahwa Adam Malik bin Nurdin menghembuskan napas terakhir pada 15 Oktober 2025 pukul 04.30 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta. “Jenazah almarhum dipulangkan ke Aceh, tepatnya ke Ceurih Blang Mee, Kecamatan Delima, Pidie, untuk dimakamkan,” ujarnya.

Pihak KPA Pusat menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami berdoa semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutur Bang Jack.

Adam Malik dikenal sebagai salah satu alumni Tripoli Libya, tempat di mana ratusan anggota GAM menjalani pelatihan militer pada awal tahun 1980-an di bawah dukungan Pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Kala itu, sekitar 400 hingga 600 anggota GAM dikirim ke berbagai kamp pelatihan seperti Tajura di Tripoli, Sabha di selatan Libya, serta Sirte dan Al-Jufra di wilayah tengah.

Pelatihan tersebut berlangsung dalam kerangka dukungan Khadafi terhadap gerakan kemerdekaan dunia ketiga melalui World Revolutionary Center (WRC). Materi yang diberikan mencakup strategi perang gerilya, intelijen, hingga penggunaan senjata berat.

Para alumni Libya kemudian kembali ke Aceh dan menjadi tulang punggung kekuatan militer GAM pada dekade 1980–1990-an, memainkan peran penting dalam memperkuat struktur dan kemampuan tempur gerakan tersebut.

“Meski hubungan itu berakhir seiring perubahan politik di Libya, pengalaman pelatihan di sana tetap menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan GAM sebelum lahirnya perdamaian Helsinki tahun 2005,” tambah Bang Jack.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News