Menu

Mode Gelap
Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor 76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

Pemerintahan

Kak Na jadi Apoteker Dadakan di Meunasah Matang Linya

badge-check


					Kak Na jadi Apoteker Dadakan di Meunasah Matang Linya Perbesar

ACEH UTARA – Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, bersama Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah serta istri Ketua DPR Aceh Rizawati Zulfadli, menjadi apoteker dadakan, di Meunasah Matang Linya, Kecamatan Baktiya, Selasa (23/12/2025).

Saat Mukarramah melayani sejumlah lansia memeriksa tekanan darah, Kak Na dan Rizawati sibuk menanyakan keluhan kesehatan warga, sambil memilih dan menyerahkan obat yang mereka butuhkan.

Obat-obatan yang dibagikan dan jasa pemeriksaan yang dilakukan oleh para istri pimpinan Aceh ini tentu saja zonder biaya alias gratis, karena ini merupakan upaya Kak Na dan TP PKK Aceh menjaga kesehatan warga di posko pengungsian.

“Keluhan terbanyak tentu gatal-gatal karena selama ini masyarakat selalu bergelut dengan air dan lumpur. Selebihnya batuk, sakit gigi, demam flu dan beberapa keluhan lainnya,” ujar Kak Na.

Hari ini, Kak Na dan tim menyalurkan bantuan tanggap darurat ke posko Gampong Matang Linya, yang didirikan masyarakat di Meunasah Matang Linya. Selain itu, Kak Na juga ke posko Gampong Geumpang Bungkok Kecamatan Baktiya dan posko Gampong Buket Padang Kecamatan Tanoh Jamboe Aye.

Kepada para geuchiek dan warga di posko, Kak Na menjelaskan, dirinya besama tim hanya menyalurkan bantuan yang disumbangkan oleh masyarakat dan sejumlah lembaga, baik lokal, nasional maupun dari negara luar negeri.

“Ini bukan bantuan dari saya tapi bantuan dari saudara se-Indonesia, dari lembaga dan organisasi baik lokal nasional maupun dari luar negeri, yang peduli dengan bapak ibu yang terdampak bencana. Kami hanya mengantar, hanya menyalurkan,” ucap Kak Na menjelaskan.

*Kisah Keluarga Rusli, Bertahan 30 Jam di Pohon Kelapa*

Tak jauh dari posko, Kak Na bersama Staf Ahli TP PKK dan Istri Ketua DPRA mendengarkan kisah menegangkan Wirda, bocah 4 tahun yang bertahan dari terjangan banjir pada sebatang pohon kelapa bersama Rusli sang ayah.

“Airnya naik sangat cepat, saat suami sama memperingatkan air sudah naik, rumah kami belum terendam, namun tak lama kemudian air sudah selutut. Saya langsung bergegas keluar rumah dan air sudah naik sepinggang,” tutur Kasmadewi, Ibunda dari Wirda.

“Kemudian saya berdiri di atas beton jembatan dan air terus meninggi hingga SE leher. Akhirnya saya bersama anak dan suami hanyut. Akhirnya kami tersangkut pada sebatang pohon kelapa. Lebih 30 jam saya, suami dan anak bertahan di pohon kelapa. Saat air mulai surut, kami memberanikan diri turun, lengan suami saya terluka parah karena kuat cengkeramannya di pohon kelapa sementara dia juga menanggung beban tubuh kami, karena kami bergelantung di tubuh suami,” ucap Kasmadewi. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor

29 Juni 2026 - 10:49 WIB

Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026

24 Juni 2026 - 23:58 WIB

Gubernur Aceh Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam

23 Juni 2026 - 14:35 WIB

Puncak Bhayangkara Fest 2026, Sekda Aceh : Wujud Kokohnya Sinergi Polri dan Masyarakat

23 Juni 2026 - 12:30 WIB

Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

23 Juni 2026 - 12:25 WIB

Trending di Pemerintahan