Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

News

Prajurit TNI Muda Diduga Meninggal Akibat Kekerasan, Keluarga Siap Tempuh Jalur Hukum

badge-check


					Pratu Farkhan Sauqi Marpaung yang bertugas di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh senior. (Foto: iNews TV) Perbesar

Pratu Farkhan Sauqi Marpaung yang bertugas di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh senior. (Foto: iNews TV)

BANDA ACEH – Kabar duka datang dari Papua. Seorang prajurit TNI meninggal dunia saat bertugas di pos perbatasan Papua dengan Papua Nugini diduga akibat menjadi korban kekerasan senior.

Almarhum diketahui bernama Pratu Farkhan Sauqi Marpaung yang diduga meninggal dunia akibat penganiayaan oleh seniornya di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Keluarga Pratu Farkhan Sauqi Marpaung di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara (Sumut), tak kuasa menahan tangis saat menunggu kedatangan jenazah anaknya dari Timika, Papua.

Informasi meninggalnya prajurit TNI meninggal di Papua itu diterima keluarga pada Rabu (31/12/2025). Kabar tersebut disampaikan oleh pihak keluarga yang juga merupakan anggota TNI.

Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengatakan anaknya diduga mengalami penganiayaan oleh seorang senior berpangkat Kopral Dua saat bertugas di Pos Sanepa. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini bersama Satgas Batalyon Yonif 113/Jaya Sakti.

Menurut keterangan yang diterimanya, korban sempat mengeluhkan sakit disertai menggigil saat berada di pos. Kondisi tersebut diketahui oleh rekan-rekan korban lalu menyarankan agar berjemur.

Namun saat korban berjemur untuk menghangatkan badan, diduga dia malah mendapat kekerasan dan hukuman fisik oleh seniornya berpangkat Kopda. Korban disebut dipukul menggunakan ranting kayu dan ditendang pada bagian rusuk dada.

Melihat kondisinya semakin lemah, rekan-rekan korban membawanya ke bagian kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Kami dapat informasi dari sepupunya, kurang lebihnya anak saya sakit lalu menghangatkan badan. Lalu datang seniornya menanyakan kondisi korban dan membantu memijat,” ujar Zakaria, Jumat (2/1/2026).

“Kemudian datang seniornya, Kopda ini. Anak saya dibawa ke samping, lalu disuruh menunduk dan dipukul pakai ranting punggungnya. Lalu ditendang sampai jatuh,” katanya lagi.

Zakaria Marpaung menyampaikan kekecewaannya atas peristiwa yang menimpa putra tercintanya saat bertugas untuk negara. Dia meminta keadilan atas apa yang menimpa anaknya.

“Walau saya hanya sekdes, keluargaku ada TNI Polri. Saya kecewa anakku bukan mati diujung senjata, tapi oleh sesama TNI, di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI,” ucapnya.

Jenazah Pratu Farkhan Sauqi Marpaung rencananya akan dibawa ke kampung halamannya di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan untuk dimakamkan. Pihak keluarga menyatakan akan menempuh langkah hukum guna mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya anak mereka di Papua

Sumber: inews

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News