Menu

Mode Gelap
Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran Arus Mudik Lebaran H+3 Lancar Mudik ke Seunuddon, Kak Na Santuni Anak Yatim dan Ziarah ke Makam Keluarga Klok Klaim Persib Punya Pengalaman di Jalur Juara Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Pemerintahan

Presiden Prabowo: 59,8 Juta Porsi MBG Disalurkan dalam Setahun di Indonesia

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di WEF 2026 Davos, Swis, Kamis (22/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube Setpres) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di WEF 2026 Davos, Swis, Kamis (22/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube Setpres)

BANDA ACEH – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025 telah menjangkau puluhan juta masyarakat dalam satu tahun pelaksanaan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swis, Kamis (22/1/2026). “Pada hari pertama, kami memulai dengan 190 dapur yang melayani 570.000 orang per hari. Hari ini, dalam satu tahun, kami telah mengoperasikan 21.120 dapur yang tersebar secara nasional,” ujar Presiden.

Ia mengungkapkan bahwa hingga malam sebelum pidatonya, pemerintah telah memproduksi dan menyalurkan 59,8 juta porsi makanan bergizi gratis untuk anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang tinggal sendiri. “Setiap hari, mereka menerima makanan ini. Untuk ibu hamil, menyusui, dan lansia yang hidup sendiri, makanan dikirim langsung ke rumah,” lanjutnya.

Presiden juga menambahkan bahwa dalam waktu satu bulan, Indonesia akan melampaui rekor distribusi makanan harian restoran cepat saji dunia, McDonald’s yang mencapai 68 juta porsi per hari. Pemerintah menargetkan untuk mencapai 82,9 juta porsi per hari tahun ini.

Program makan gratis ini bukan hanya untuk memperkuat generasi muda Indonesia, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden menyebut bahwa lebih dari 61.000 UMKM dan koperasi telah bergabung dalam rantai pasok program ini. “Kami telah menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya dari sektor dapur. Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung. Ditambah para pedagang dan pemasok, total mata pencaharian yang terdampak positif akan melebihi 2,5 juta,” jelasnya.

Presiden menekankan bahwa kebijakan sosial seperti ini tidak hanya bersifat karitatif, melainkan menjadi pendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. “Saya yakin pertumbuhan kita akan mencapai angka yang mengesankan. Kebijakan sosial harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan,” tegas Presiden.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mudik ke Seunuddon, Kak Na Santuni Anak Yatim dan Ziarah ke Makam Keluarga

24 Maret 2026 - 01:19 WIB

Kak Na: Taqabalallah Minna wa Minkum, Maaf Lahir Batin, Selamat Berhari Raya

21 Maret 2026 - 00:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto Shalat Idul Fitri di Aceh Tamiang, Gubernur dan Wagub Tampil bersama Sambut Kunjungan

21 Maret 2026 - 00:30 WIB

Seribuan Warga Padati Meuligoe Terima THR dari Mualem

20 Maret 2026 - 00:26 WIB

Wagub Aceh dan Mendagri Cek Kesiapan Kunjungan Presiden, Shalat Idul Fitri Direncanakan di Aceh Tamiang

20 Maret 2026 - 00:21 WIB

Trending di Pemerintahan