ACEH TIMUR — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Timur, mengajak kader dan pemuda masjid untuk terus memakmurkan masjid selama Ramadan, baik melalui salat tarawih maupun kegiatan tadarus malam hari.
“Kita mengajak para pemuda dan remaja serta pengurus BKPRMI untuk memakmurkan masjid, apalagi saat ini sudah memasuki 10 di pertengahan bulan Ramadan. Artinya, Ramadan telah hnya tersisa ⅔ bulan lagi,” kata Ketua Umum BKPRMI Aceh Timur, H. Muhammad Ishak, disela-sela Silaturahmi dan Safari Ramadan BKPRMI Aceh Timur Tahun 2026 di Gampong Alue Gadeng Idi Cut, Darul Aman, Minggu (1/3).
Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cek Mad itu berharap orangtua/wali juga perlu mengawasi anak-anaknya saat keluar rumah, karena tidak sedikit remaja usia SMP dan SMA keluar rumah bukan ke masjid atau surau, melainkan bermain kembang api dan balap liar yang dapat mengganggu ketentraman dan kenyamanan umat Islam dalam beribadah.
“Kami apresiasi para kader-kader yang sudah melekat hatinya dengan masjid, baik bertadarus bersama atau kegiatan Ramadan lainnya. Mudah-mudahan tetap istiqamah dan jangan pernah mundur dalam memakmurkan masjid, apalagi 10 di akhir bulan Ramadan nanti harus dibudayakan itikaf di masjid, karena salah satu malam terdapat malam qadar,” ujar alumni YPI Darussa’adah Cabang Idi Cut ini.
Dalam kesempatan itu, lanjut Cek Mad, BKPRMI Aceh Timur juga ikut menyerahkan dan mewakafkan Sajadah dan Alquran yang diterima Keuchik Alue Gadeng, Matlain Jabri. Diharapkan, bantuan yang diterima itu dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga pahalanya mengalir ke orang yang memberi wakaf.
Kunjungan silaturahmi ini disambut hangat aparatur desa dan eks Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di salah satu gampong (desa–red) pedalaman di Idi Cut atau Sagoe Meh Ijoe. Awalnya, setiba tim disana dihidangkan makanan berbuka puasa. Bahkan selesai tarawih, dilanjutkan dengan ramah tamah.
“Kita doakan semoga bulan Ramadan ini menjadi bulan yang mendapat ampunan Allah atas dosa-dosa kita, karena tidak ada manusia yang tidak berdosa. Namun doa yang dipanjatkan harus sejalan dengan ibadah kita sebagai hamba,” kata Matlain Jabri, Keuchik Gampong Alue Gadeng didampingi Muhammad Nazir dan Tarmizi. (***).







