Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

Pemerintahan

Kak Na: Buah Naga Sabang, Meucrop Barang

badge-check


					Kak Na: Buah Naga Sabang, Meucrop Barang Perbesar

SABANG – Sensasi makan buah naga tentu semua orang tahu. Rasa manis serta sebaran bijinya yang renyahserta kandungan airnya yang lumer saat di gigit tentu memberi kesan menyegarkan. Apalagi dinikmati saat lelah.

Kesan ini pula yang dirasakan oleh Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, saat menikmati buah naga pasca memanen langsung dari salah satu kebun warga, di Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya, Minggu (10/6/2026).

“Buah Naga Sabang, _meucrop_ barang,” itulah komentar singkat perempuan yang akrab disapa Kak Na itu usai menikmati gigitan pertama buah naga yang baru saja ia panen bersama Ketua TP PKK Kota Sabang Nuri Zulkifli.

_Meucrop_ adalah ungkapan prokem bahasa Aceh. Meski tidak ada arti sejati dari ungkapan ini, namun _meucrop_ biasanya diucapkan untuk menilai suatu makanan yang sangat nikmat, layaknya ungkapan ‘maknyus” nan melegenda dari Almarhum Bondan Winarno, wartawan sekaligus pengamat kuliner kenamaan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kak Na mengapresiasi kreatifitas Hendri sang empunya kebun. Bersama sang istri Lisa Umami (50), pria berusia 60 tahun ini memanfaatkan lahan subur di sisi rumahnya untuk ditanami buah naga.

“Luar biasa Pak Hendri, kreatifitas dan keuletannya bersama sang istri telah berhasil mengubah lahan tidur di sisi rumahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Ini tentu bagus dan harus diduplikasi, “ ujar Kak Na.

Karena itu, Kak Na mengimbau masyarakat Sabang dan masyarakat Aceh secara luas untuk mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Hendri dan sang istri.

“Masyarakat lain harus meniru, tidak harus buah naga, bisa juga menanam buah-buahan lain yang sesuai dengan jenis tanah Sabang dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi,” ucap istri Gubernur Aceh itu.

“Untuk masyarakat Sabang dan para wisatawan yang berkunjung ke Sabang, mari datang ke kebun buah naga Pak Hendri. Datang, panen dan nikmati langsung dikebunnya. Buah naga nikmat dan murah meriah, hanya Rp25 ribu per kilogramnya. Jika kita beli di toko tentu akan jauh lebih mahal,” kata Kak Na berpromosi.

Sementara itu, Hendri sang pemilik kebun buah naga menjelaskan, saat ini produksinya belum bisa dipasarkan keluar Kota Sabang. Bahkan untuk memenuhi permintaan lokal saja dirinya masih kewalahan.

“Produksi kami belum bisa dikirim ke luar Bu, karena untuk memenuhi kebutuhan Sabang saja belum mencukupi. Sekali panen hanya mencapai 200-300 kilogram,” ungkap ayah dari lima orang anak itu.

Hendri mengungkapkan, minimnya produksi buah naga dikebunnya seluas lebih dari 5.000 meter persegi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pupuk dan lampu penerangan.

“Pupuk masih kurang. Selain itu, kami butuh lampu untuk setiap pohon buah naga. Ini penting untuk rekayasa cahaya, karena buah naga itu membutuhkan paparan cahaya matahari minimal 14 jam per hari. Sementara daerah kita hanya menerima paparan cahaya matahari hanya 12 jam,” ungkap Hendri.

“Karena itu, lampu di setiap pohon buah naga penting untuk menambah waktu atas kekurangan paparan cahaya matahari dan mendukung proses fotosintesis. Kecukupan cahaya dan proses fotosintesis yang sempurna akan menambah jumlah produksi buah naga,” sambung Hendri.

Saat ini, Hendri bersama sang istri menanam sebanyak 700 batang buah naga. 300 batang di antaranya telah berproduksi, sedangkan 400 batang lainnya sudah mulai berbunga. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026

24 Juni 2026 - 23:58 WIB

Gubernur Aceh Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam

23 Juni 2026 - 14:35 WIB

Puncak Bhayangkara Fest 2026, Sekda Aceh : Wujud Kokohnya Sinergi Polri dan Masyarakat

23 Juni 2026 - 12:30 WIB

Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

23 Juni 2026 - 12:25 WIB

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

22 Juni 2026 - 12:36 WIB

Trending di Pemerintahan