Menu

Mode Gelap
Kenji Nishioka Dipanggil Timnas Filipina, Kalteng FC Bawa Nama ke Panggung ASEAN Rekaman CCTV Diduga Bocor, Bank Aceh Diadukan ke OJK dan BI Garuda dan SMSI Aceh Besar Membahas Masa Depan Konektivitas Aceh Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

Olahraga

Marcos Santos dan Perjalanan Mengembalikan Jiwa Arema FC

badge-check


					Marcos Santos dan Perjalanan Mengembalikan Jiwa Arema FC Perbesar

MALANG – Musim panjang dan penuh gejolak akhirnya berhasil dilalui Arema FC di BRI Super League 2025/26. Tim menuntaskan musim di posisi ke-9 klasemen akhir dengan perolehan 48 poin.

Di tengah badai cedera, performa naik turun, hingga kehilangan sosok penting dalam tim, tim tetap mampu menutup kompetisi di papan tengah dengan semangat yang perlahan kembali tumbuh.

Di balik perjalanan itu, sosok pelatih asal Brasil, Marcos Santos, menjadi figur yang banyak mendapat sorotan. Bukan hanya karena taktik di lapangan, tetapi juga loyalitas dan keteguhannya bertahan di tengah situasi yang tidak mudah.

“Untuk saya sebuah kebanggaan musim ini mulai dan selesai di Arema FC,” ucap pelatih asal Brasil itu.

Dia mengaku banyak belajar selama bekerja di Indonesia. Menurutnya, pengalaman bersama Arema FC bukan sekadar soal sepak bola, tetapi juga tentang nilai kehidupan.

“Kita yang datang dari luar negeri banyak belajar dari kalian di Indonesia; rendah hati, kesederhanaan,” imbuhnya.

Selain itu di balik kebangkitan tim melalui kompetisi yang sengit, dia mengaku sempat memiliki peluang meninggalkan Arema FC di tengah musim. Namun dia memilih bertahan demi menyelesaikan perjuangan bersama tim hingga akhir musim.

“Ini kerja keras, kerja sulit, kita mengembalikan jiwa Arema. Berat sekali tapi pemain kerja keras,” kata Marcos Santos.

Kini, setelah kompetisi berakhir, ia memilih kembali ke Brasil sambil menunggu keputusan manajemen terkait masa depannya di Malang.

Dia tidak menutupi harapannya untuk melanjutkan pekerjaannya bersama tim berjuluk Singo Edan ini. Sebab dia menilai Arema FC memiliki ikatan emosional yang berbeda dibanding klub lain.

“Amin, semoga saja begitu. Saya mau berterima kasih kepada Bos Iwan, seluruh manajemen, Inal, Oye, Claudio yang kerja luar biasa,” ujar pelatih berusia 47 tahun itu.

“Arema bukan sekadar tim, Arema adalah keluarga yang melibatkan kota Malang. Di Brasil, Arema itu seperti Corinthians atau Palmeiras yang harus selalu bertarung di atas,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kenji Nishioka Dipanggil Timnas Filipina, Kalteng FC Bawa Nama ke Panggung ASEAN

22 September 2026 - 09:13 WIB

Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS

19 September 2026 - 22:45 WIB

Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United

19 September 2026 - 22:42 WIB

Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman

19 September 2026 - 22:40 WIB

PSIS Matangkan Transisi, WCP Pelajari Celah Semen Padang

18 September 2026 - 13:55 WIB

Trending di Olahraga