Menu ✖

Mode Gelap
Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba ESDM 2026 Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Simeulue Ditahan, Kerugian Negara Rp851 Juta Akademisi Minta Tes Urine DPRA hingga Eksekutif dan Yudikatif PC PERTI Aceh Besar: Beut Kitab Bak Sikula Sah Secara Hukum, Jangan Giring Opini Sesat Persib Bidik Tiket 16 Besar ACL 2 di Kandang Melbourne Victory Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden

News

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

badge-check


					Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir Perbesar

JAKARTA – Kebutuhan masyarakat yang meningkat pada pertengahan tahun, terutama menjelang tahun ajaran baru, turut mendorong permintaan terhadap layanan pembiayaan cepat yang aman dan mudah diakses. Salah satu yang mengalami lonjakan signifikan adalah layanan gadai emas.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat outstanding gadai emas mencapai Rp13 triliun dalam enam bulan terakhir, atau tumbuh 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan emas sebagai sumber likuiditas tanpa harus menjual aset yang dimiliki.

Mayoritas pengguna layanan gadai emas BSI berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Mereka memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk biaya pendidikan anak.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyampaikan bahwa tren peningkatan ini menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat terhadap emas. Tidak hanya sebagai instrumen investasi dan lindung nilai, emas kini juga menjadi solusi keuangan praktis saat membutuhkan dana cepat.

“Dengan proses yang mudah dan cepat, nilai taksiran yang kompetitif, biaya yang relatif lebih murah, serta dukungan layanan digital melalui aplikasi BYOND seperti reservasi, simulasi, hingga perpanjangan gadai, layanan ini semakin diminati,” ujar Anton.

BSI juga terus memperkuat ekosistem emas secara menyeluruh, mulai dari pembelian emas melalui BSI Emas, cicil emas, gadai emas, hingga transfer emas. Ekosistem ini dirancang agar masyarakat dapat mengoptimalkan manfaat kepemilikan emas, mulai dari tahap akumulasi hingga pemanfaatan saat dibutuhkan.

Selama semester pertama 2026, transaksi gadai emas BSI menunjukkan tren positif dengan rata-rata mencapai 120.000 transaksi per bulan. Layanan ini menjadi pilihan karena prosesnya yang cepat, aman, serta memberikan fleksibilitas bagi nasabah tanpa harus kehilangan potensi kenaikan nilai emas di masa depan.

Anton menegaskan, penguatan layanan gadai emas merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem emas nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Melalui ekosistem yang kuat dan terintegrasi, kami ingin menciptakan closed-loop ecosystem yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

BSI optimistis, penguatan ekosistem emas ini akan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi, perlindungan nilai aset, serta sumber likuiditas yang fleksibel. Dengan demikian, masyarakat dapat mengelola keuangan secara lebih bijak dan berkelanjutan, tanpa harus mengorbankan kepemilikan aset jangka panjang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba ESDM 2026

4 November 2026 - 11:57 WIB

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Simeulue Ditahan, Kerugian Negara Rp851 Juta

4 November 2026 - 08:46 WIB

Akademisi Minta Tes Urine DPRA hingga Eksekutif dan Yudikatif

4 November 2026 - 08:30 WIB

PC PERTI Aceh Besar: Beut Kitab Bak Sikula Sah Secara Hukum, Jangan Giring Opini Sesat

4 November 2026 - 08:18 WIB

Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden

3 November 2026 - 22:17 WIB

Trending di News