Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry Gelar Sosialisasi Implementasi BKD Sister bagi 709 Dosen Ilham Udin Armaiyn Resmi Gabung Persiraja, Bidik Promosi ke Super League Angka Pengidapnya Tinggi, Ketua DPRK Usul Dibentuknya Komite Penanggulangan AIDS Banda Aceh 20-an Anak di Deah Raya Belum Kebagian Sekolah, Ketua DPRK Minta Disdikbud Segera Mencarikan Sekolah Kementan Siapkan 2,5 Triliun, Pesan Mualem: Maksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun Dirut Bank Aceh Syariah Bersama Jamaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Habib Bugak

News

Don Muzakir: Jangan Lagi Anggap Petani sebagai Profesi Rendahan

badge-check


					Don Muzakir: Jangan Lagi Anggap Petani sebagai Profesi Rendahan Perbesar

MEDAN – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan IV Regional Aceh–Sumatera Utara resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari dua malam di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara, Selasa (28/7/2026).

Penutupan ini menjadi momentum lahirnya kader-kader TMI yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di daerah masing-masing.

Bagi delegasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, kegiatan ini tidak sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi bekal strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan disiplin, serta meneguhkan komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan petani.

Petani Adalah Profesi Mulia

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap profesi petani.

“Petani sering kali dianggap sebagai profesi rendahan. Padahal, kita semua tahu bahwa profesi petani adalah profesi yang sangat mulia,” tegasnya.

Menurut Don Muzakir, petani merupakan fondasi utama ketahanan pangan nasional. Tanpa kerja keras para petani, kebutuhan pangan masyarakat tidak akan terpenuhi. Karena itu, profesi petani layak mendapatkan penghargaan, perhatian, serta dukungan lebih besar dari seluruh elemen bangsa.

Pesan tersebut disambut antusias oleh peserta Diklat dan menjadi pengingat bahwa memuliakan petani merupakan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di sektor pangan.

Delegasi Bireuen Pulang dengan Semangat Baru

Wakil Ketua DPD TMI Kabupaten Bireuen, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa pengalaman selama Diklat memberikan banyak pelajaran berharga.

“Pengalaman ini menjadi bekal penting saat kami kembali ke Bireuen. Kami menjadi lebih disiplin dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian ke depan,” ujarnya.

Ia menilai materi yang diberikan tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga memperkokoh semangat kebersamaan dan kepemimpinan dalam membangun organisasi yang berpihak pada petani.

Bukti Keseriusan Membela Petani

Delegasi lainnya, Muhammad Fadhil, menyebut penyelenggaraan Diklat sebagai bukti nyata keseriusan TMI dalam membangun kader yang kompeten dan peduli terhadap persoalan petani.

“Diklat ini merupakan bukti konkret keseriusan Tani Merdeka Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak petani yang selama ini masih sering terpinggirkan,” katanya.

Menurutnya, kaderisasi berkelanjutan akan melahirkan pemimpin muda yang memahami persoalan riil di lapangan dan mampu menghadirkan solusi bagi kemajuan sektor pertanian.

Kemakmuran Bangsa Berawal dari Petani

Sementara itu, Wan Adriansyah Kurniawan (Wan A.K.) menegaskan bahwa kesejahteraan petani menjadi kunci kemajuan bangsa.

“Kami semakin yakin bahwa kemandirian dan kesejahteraan bangsa dapat diwujudkan melalui kemakmuran kaum tani,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Siap Implementasikan Hasil Diklat

Berakhirnya Diklat bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab besar bagi para peserta.

Delegasi DPD TMI Bireuen menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh ke dalam program pemberdayaan petani di daerah.

Sekretaris Jenderal Tani Merdeka Indonesia Wilayah Bireuen, Asnawi, SP, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta.

“Harapan kami, seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam mendampingi petani agar semakin mandiri, produktif, dan sejahtera. DPD TMI Bireuen siap bersinergi dengan berbagai pihak demi mewujudkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dengan semangat baru dari Diklat ini, para kader optimistis mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas petani, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Pesan utama dari kegiatan ini menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan petani. Memuliakan profesi petani dan memperjuangkan hak-haknya merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry Gelar Sosialisasi Implementasi BKD Sister bagi 709 Dosen

28 Juli 2026 - 15:28 WIB

Angka Pengidapnya Tinggi, Ketua DPRK Usul Dibentuknya Komite Penanggulangan AIDS Banda Aceh

28 Juli 2026 - 13:30 WIB

Dirut Bank Aceh Syariah Bersama Jamaah Haji Kloter 2 Ziarahi Makam Habib Bugak

28 Juli 2026 - 13:19 WIB

UIN Ar-Raniry dan UIN Padangsidimpuan Bahas Penguatan Jejaring Program Doktor Studi Islam

24 Juli 2026 - 15:11 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Raih Penghargaan Digitalisasi Manuskrip di ADIA 2026

24 Juli 2026 - 15:03 WIB

Trending di News