Menu

Mode Gelap
Humas UIN Ar-Raniry Paparkan Strategi Membangun Kepercayaan Publik melalui Humas di Era AI Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM Quick Response Brimob Polda Aceh Tangani Karhutla di Lembah Seulawah Dua Dekade MoU Helsinki, Implementasi Kewenangan Aceh Masih Jadi Tantangan UIN Ar-Raniry Jalani Evaluasi Pembukaan Prodi Kedokteran, Target Terima Mahasiswa Baru Tahun Ini Putra Pidie Irwansyah Dipromosikan Jadi Koordinator di JAM Pidum Kejaksaan Agung

News

Humas UIN Ar-Raniry Paparkan Strategi Membangun Kepercayaan Publik melalui Humas di Era AI

badge-check


					Humas UIN Ar-Raniry Paparkan Strategi Membangun Kepercayaan Publik melalui Humas di Era AI Perbesar

MATARAM— Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menekankan pentingnya perubahan paradigma kehumasan perguruan tinggi dari sekadar penyampai informasi menjadi pengelola kepercayaan publik di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Subtim Humas UIN Ar-Raniry Ekasaputra dalam Interactive Panel Session Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (27/7/2026).

Dalam forum bertema Government Public Relations in the Digital & AI Era: Strengthening Public Communication and Public Trust, UIN Ar-Raniry membawa isu “Beyond Publication: Membangun Kepercayaan Publik melalui Government Public Relations Perguruan Tinggi Islam.”

Ekasaputra mengatakan perkembangan teknologi digital dan AI telah mengubah pola komunikasi antara lembaga publik dengan masyarakat. Menurutnya, humas perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya berfokus pada aktivitas publikasi, tetapi harus mampu membangun hubungan, menciptakan pemahaman, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

“Peran humas saat ini tidak berhenti pada bagaimana informasi diproduksi dan disebarluaskan, tetapi bagaimana informasi tersebut mampu membangun kepercayaan publik,” ujar Eka dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam ekosistem komunikasi publik karena tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang dapat memperkuat literasi publik.

Dalam menghadapi era AI, kata Eka, humas institusi perlu mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung komunikasi yang lebih cepat, akurat, dan responsif. Namun, penggunaan teknologi tetap harus berjalan seiring dengan prinsip etika, integritas, dan nilai kemanusiaan.

“AI menjadi instrumen yang dapat membantu meningkatkan efektivitas komunikasi, tetapi kepercayaan publik tetap dibangun melalui kredibilitas, transparansi, dan kedekatan institusi dengan masyarakat,” katanya.

Kepala Subtim Humas UIN Ar-Raniry Ekasaputra bersama Irhamna dan Arkin menjadi perwakilan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam panel tersebut. Kehadiran UIN Ar-Raniry menempatkan perguruan tinggi Islam sebagai salah satu aktor yang ikut memberikan perspektif dalam pengembangan komunikasi publik pemerintah di tengah perubahan lanskap digital.

IGPR Summit 2026 mempertemukan humas pemerintah, akademisi, serta praktisi komunikasi publik dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas transformasi kehumasan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI.

Mewakili Gubernur Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB Ahsanul Halik mengatakan peran humas pemerintah saat ini mengalami perubahan besar. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Pemanfaatan teknologi AI harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan komunikasi publik tanpa mengabaikan integritas, keterbukaan, dan empati,” kata Ahsanul.

Menurut dia, keberhasilan komunikasi publik pemerintah tidak hanya diukur dari seberapa luas informasi tersampaikan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.

IGPR Summit 2026 berlangsung pada 27–29 Juli 2026 dengan menghadirkan diskusi panel, berbagi praktik baik, serta forum kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Forum tersebut membahas strategi penguatan komunikasi publik agar lebih adaptif menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan disinformasi di ruang digital. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

30 Juli 2026 - 22:10 WIB

Quick Response Brimob Polda Aceh Tangani Karhutla di Lembah Seulawah

30 Juli 2026 - 21:52 WIB

UIN Ar-Raniry Jalani Evaluasi Pembukaan Prodi Kedokteran, Target Terima Mahasiswa Baru Tahun Ini

30 Juli 2026 - 13:08 WIB

Putra Pidie Irwansyah Dipromosikan Jadi Koordinator di JAM Pidum Kejaksaan Agung

30 Juli 2026 - 12:34 WIB

Kejari Banda Aceh Terima Tahap II Kasus Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh, Kerugian Negara Capai Rp14,3 Miliar

29 Juli 2026 - 16:49 WIB

Trending di News