BANDA ACEH — Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menerima Beasiswa Amal Salih Syaukath Group tahun 2026. Program yang telah berjalan sejak 2012 tersebut menjadi bentuk dukungan dunia usaha terhadap keberlanjutan pendidikan tinggi bagi mahasiswa di Aceh.
Beasiswa Amal Salih disalurkan melalui Yayasan Amal Salih dengan dukungan PT Syaukath Sejahtera. Selain mahasiswa UIN Ar-Raniry, program tersebut juga diberikan kepada sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Aceh.
Perwakilan Yayasan Amal Salih, Mawardi Ismail, mengatakan beasiswa ini merupakan bagian dari kepedulian Syaukath Group terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Menurut dia, bantuan pendidikan tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi. Besaran bantuan, kata Mawardi, bukan menjadi satu-satunya ukuran, tetapi bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkannya secara optimal untuk mendukung kebutuhan akademik.
“Beasiswa ini diberikan untuk membantu kelancaran studi mahasiswa. Jika dimanfaatkan dengan baik, insya Allah dapat membantu memenuhi kebutuhan biaya kuliah,” ujar Mawardi.
Ia menjelaskan, penerima Beasiswa Amal Salih dapat memperoleh bantuan hingga menyelesaikan pendidikan atau paling lama selama delapan semester. Namun, penerima wajib memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk menjaga prestasi akademik dengan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.
“Beasiswa ini juga disertai tanggung jawab. Apabila prestasi akademik penerima tidak dapat dipertahankan, misalnya IPK turun di bawah 3,00, maka penyaluran beasiswa akan dihentikan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan keluarga besar Syaukath Group, Dr. Reza Idria, mengatakan program Beasiswa Amal Salih merupakan komitmen jangka panjang pendiri dan pemilik Syaukath Group, Lukman Zamzam, dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh.
Menurut Reza, sejak diluncurkan pada 2012, program tersebut telah menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Aceh untuk menempuh dan menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Harapan kami, seluruh penerima Beasiswa Amal Salih, baik yang telah menerima sejak awal program maupun penerima berikutnya, dapat tumbuh menjadi pribadi yang sukses, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Reza.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg mengapresiasi konsistensi Syaukath Group dalam mendukung dunia pendidikan. Ia menilai keterlibatan sektor swasta dalam membantu mahasiswa merupakan bentuk sinergi penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
“Komitmen Syaukath Group yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa dunia usaha dapat mengambil peran strategis dalam mendukung akses pendidikan tinggi. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian yang terus diberikan kepada mahasiswa UIN Ar-Raniry,” ujar Mujiburrahman.
Menurut Rektor, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha perlu terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kapasitas diri.
Program Beasiswa Amal Salih Syaukath Group diharapkan terus mendorong mahasiswa untuk mempertahankan prestasi akademik, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi Aceh dan Indonesia. [ ]







