BANDA ACEH – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempercepat penanganan ketersediaan pasokan semen di Aceh melalui optimalisasi produksi dan distribusi dalam jaringan SIG Group. Langkah ini dipastikan langsung oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, melalui kunjungan kerja ke Aceh untuk memimpin koordinasi lapangan di tengah meningkatnya kebutuhan pasar yang sempat memicu keterbatasan pasokan dan fluktuasi harga di tingkat toko.
Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, Indrieffouny menegaskan komitmen SIG dalam menjaga keberlangsungan pasokan semen, khususnya untuk mendukung pembangunan di wilayah Sumatra.
Dalam kunjungan tersebut, Indrieffouny meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga guna mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik. Ia juga memimpin rapat koordinasi bersama jajaran manajemen untuk mempercepat pemulihan pasokan, serta berdialog dengan distributor utama guna memastikan ketersediaan semen di pasar.
“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar,” ujar Indrieffouny.
Untuk mempercepat pemulihan kondisi pasar, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain mengoptimalkan produksi dan pengiriman dari Pabrik Lhoknga serta Packing Plant Lhokseumawe, sekaligus menambah pasokan melalui Packing Plant Malahayati. Selain itu, SIG juga memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah guna mempercepat penyaluran hingga ke tingkat pasar.
Perusahaan juga melakukan pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara cepat.
Menurut Indrieffouny, tantangan distribusi di Aceh dan tingginya mobilitas permintaan memerlukan koordinasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik. Karena itu, SIG membentuk mekanisme koordinasi intensif lintas fungsi agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin memastikan masyarakat dan pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” katanya.
Selain itu, SIG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga distribusi berjalan tertib dan efisien. Perusahaan mengimbau seluruh mitra penyalur agar mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab, sehingga produk dapat diterima secara merata oleh konsumen.
Indrieffouny menambahkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah terdampak bencana banjir pada akhir 2025 lalu, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, SIG tidak melakukan kenaikan harga semen, meskipun perusahaan menghadapi tekanan biaya produksi dan distribusi akibat kenaikan harga batubara, solar, dan suku cadang.
SIG meyakini sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pasokan semen di Aceh, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.







